Tampilkan postingan dengan label Wonosobo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wonosobo. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 06 Juni 2015

Wisata30 Kuliner Pilihan dari 30 Provinsi di Indonesia (3)

Setelah menengok Kuliner Indonesia pilihan banyumurti.net dari Sumatera dan Kalimantan, serta Sulawesi-Maluku-Papua-Nusa Tenggara, kini saatnya menengok pilihan kuliner di Jawa dan Bali

24. Bali

Ekosotisme dari kuliner Bali tidak kalah dari eksotisme beragam pantai yang ada di pulau Dewata ini. Ayam Betutu dan Nasi Campur pedas sering jadi incaran para pemburu kuliner di provinsi ini. Dan salah satu kuliner yang menonjol di Bali adalah aneka olahan bebeknya. Yang menjadi kuliner pilihan banyumurti.net dari Bali adalah Bebek Bengil di kawasan Nusa Dua. Bebek yang digoreng krispi setelah sebelumnya di-ungkep dulu dengan rempah khas Indonesia menghasilkan daging bebek yang renyah sekaligus berasa banget. Dimakannya bareng Sambal Matah yang juga khas Bali, sedeeeepppp....

25. Jawa Timur

Ketika disuruh menentukan kuliner pilihan dari Provinsi Jawa Timur terus terang menjadi tugas berat bagi saya. Bayangkan ketika saya harus memilih antara Bebek Sinjay Madura, Tahu Campur Surabaya, Pecel Madiun, Sego Bug Malang, Soto Ayam Lamongan, Rawon dan sebagainya. Tapi akhirnya banyumurti.net memilih yang sedikit unik tapi memikat dari kuliner di provinsi Jatim, Soto Rujak Bu Ning dari Banyuwangi. Aroma petis yang menyeruak dari bumbu rujak khas Jawa Timur berpadu dengan cantik dengan kuah soto kaya rempah nan segar. Kalo ke Banyuwangi harus coba ini!


26. Jawa Tengah

Kesulitan serupa muncul ketika harus memilih kuliner Jawa Tengah yang jadi favorit dari banyumurti.net. Setiap kota di Jawa Tengah yang pernah saya kunjungi menyimpan "kecantikan" yang unik dari sajian kulinernya, seperti Ayam Karang Menanci dari Pekalongan, Sroto Sokaraja Banyumas, Kupat Tahu Magelang, Lunpia dan Babat Gongso dari Semarang, Selat Solo dan Sate Buntel dari Solo dan masih banyak yang lainnya. Dan izinkan banyumurti.net memilih Mie Ongklok dari Wonosobo sebagai kuliner pilihan dari provinsi Jawa Tengah ini. Hidangan mie ini memang unik, bumbunya kental dari kanji dengan cita rasa manis dengan sentuhan ebi yang memberikan rasa gurih. Disantap bersama sate ayam yang bumbu kacangnya dibiarkan bergumul dengan "kuah" mie nya dan tempe kemul. Agak sulit menemukan penjaja Mie Ongklok di kota lain,


27. Jogjakarta

Butuh kantong perut yang ekstra jika berkunjung ke Daerah Istimewa Yogyakarta ini, siapa yang sanggup menahan godaan gudeg, pecel, mie rebus, magelangan, mangut lele dan sebagainya yang tersaji di kota pelajar ini. Dan pilihan banyumurti.net untuk kuliner di Jogja ini jatuh pada Sate Klathak Pak Bari. Ketika sate pada umumnya ditusuk dengan menggunakan kayu dan berbumbu kecap, sate klathak ini unik karena ditusuk dengan menggunakan jeruji besi dan "minim" bumbu, hanya ditimpali oleh garam. "Juicy"-nya daging kambing sangat terasa karena bumbu yang minimalis dan jeruji besi yang digunakan sebagai tusuk sate menghantarkan panas yang merata hingga ke dalam daging. Hmmm....

28. Jawa Barat

Saya lahir, besar dan sekarang pun berdomisili di provinsi Jawa Barat. Lahir dan besar di Bandung dan sekarang tinggal di kota Bogor, dua buah kota yang dikenal sebagai destinasi wisata kuliner di Indonesia. Tak heran di kota yang paling banyak dokumentasi kulinernya ya ada di Bandung dan Bogor, sebut saja Batagor, Lotek, Bakso, Kupat Tahu, Mie Kocok dari Bandung serta Doclang, Toge Goreng, Roti Unyil, Soto Kuning dari Bogor. Selain dua kota itu beragam kuliner di kota-kota lain di provinsi ini juga tak kalah menggiurkan, sebut saja Empal Gentong Cirebon, Sate Maranggi Purwakarta, Nasi Ungu Sukabumi dan sebagainya. Dan untuk pilihan dari banyumurti.net jatuh pada Soto Kuning Pak Salam dari Bogor. Banyak penjual Soto kuning di Bogor ini, tapi soto kuning pak salam menyajikan cita rasa yang berbeda. Keunggulannya bisa dibaca di link ini, tapi ada satu lagi nilai plusnya, keramahan dan celotehan dari sang penjaja memberi "rasa" yang berbeda dari pelanggannya. Tak heran antrian mengular selalu tampak di kedai kaki lima soto pak salam yang baru mulai berjualan di jam 4 sore sampai habisnya sekitar pukul 7 malam.

29. DKI Jakarta

Sebagai ibu kota Indonesia, Jakarta juga menjadi tuan rumah dari berbagai kuliner nusantara. Hampir semua kuliner dari berbagai kota di Indonesia hadir di kota ini. Tapi tetap, Jakarta menyimpan cerita kulinernya sendiri, seperti yang jadi pilihan banyumurti.net ini: Gado-Gado Bonbin. Menjual gado-gado sejak tahun 1960 membuktikan bahwa salah satu ikon kuliner Jakarta ini menyajikan gado-gado yang berbeda di tempat lain. Bisa kita rasakan khususnya di bumbu kacangnya yang halus dan bercita rasa manis dan segar. Walaupun harganya relatif lebih mahal dibanding gado-gado yang dijual di tempat lain di kota ini, tapi Gado-Gado Bonbin ini tidak pernah kehilangan pelanggannya.

30. Banten

Ketika berkunjung ke kota Serang, ibukota provinsi Banten, saya melihat banyak sekali penjual Sate Bandeng yang menjajakan dagangannya di pinggir Jalan, khususnya dekat gerbang tol. Ternyata sate bandeng memang menjadi oleh-oleh kuliner khas dari kota ini. Dan saya diajak untuk menikmati salah satu penjual sate bandung nomor satu di kota ini, sekaligus menjadi kuliner pilihan banyumurti.net dari provinsi Banten, Sate Bandeng Langganan Anda. Sepintas mirip dengan sate lilit dari Bali, tapi dengan ukuran lebih besar. Semburat rasa manis dari olahan daging bandeng ini memang bikin saya terbuai, tinggal bubuhi sambal akan jadi sajian yang sempurna.

Itulah 30 kuliner pilihan banyumurti.net dari 30 provinsi di nusantara ini. Mungkin ada yang tidak sependapat, atau ada yang menemukan kuliner yang lebih baik dibanding yang tertulis di atas? Silakan tuliskan di komentar bawah ini, karena selera adalah hak pribadi yang tidak boleh dipersalahkan :)


Kamis, 01 Januari 2015

Wisata12 Kuliner Mie Khas dari Indonesia

Wisata Kuliner Indonesia #353

Mie dipercaya berasal sejak ribuan tahun lalu dari daratan China, dan kini telah menyebar ke seluruh dunia dengan beraneka bentuk, rasa, jenis dan bahan dasar pembuatannya. Di Indonesia sendiri, saat ini hampir setiap daerah memiliki olahan mie yang unik dan khas. Olahan-olahan mie ini bahkan telah menjadi ikon kuliner khas dari daerah-daerah tersebut. Keragaman bumbu dan rempah yang dimiliki kuliner nusantara telah menjadikan mie dapat dibuat dengan bermacam variasi yang sangat kaya. Berikut adalah 12 kuliner mie yang khas dari berbagai kota di Indonesia:

1. Mie Aceh

Mie Kepiting khas Aceh
Mie Aceh adalah olahan mie khas dari provinsi Serambi Mekah. Dominan rasa pedas dengan paduan gurih dan semburat rasa asam segar. Mie nya sendiri relatif besar dan kenyal. Biasanya tersedia dalam tiga jenis penyajian: Kuah, Goreng atau Basah (tidak terlalu kering tapi juga tidak berkuah). Biasanya "Isi"nya pun bisa kita pilih: Udang, Daging, Jamur, Cumi-Cumi, Kepiting ataupun gabungan dari pilihan-pilihan tersebut. Buat saya, pilihan isi favorit adalah kepiting. Jika di Banda Aceh, maka kepiting dalam mie ini disajikan utuh. Salah satu penjaja Mie Aceh yang terkenal di Banda Aceh adalah Mie Razali, kita juga bisa menemui penjaja Mie Aceh yang melegenda di kota Medan yaitu Mie Titi Bobrok. Di beberapa kota besar di Jawa, kita pun bisa dengan mudah menemukan penjaja Mie Aceh ini

2. Mie Celor

Mie Celor Khas Palembang
Jika kita ke Kota Palembang atau Jambi, Mie Celor merupakan kuliner wajib yang harus dicoba. Mienya berukuran besar dan lurus seperti spaghetti dengan kuah kental yang merupakan perpaduan antara santan, udang dan telur. Biasanya disajikan bersama potongan telur rebus, serpihan daging udang dan bawang goreng. Rasa asin dan gurih mendominasi cita rasa dari mie celor ini, juga aroma udang dan telur yang begitu terasa. Di Palembang, banyak dapat kita temui penjaja Mie Celor ini, salah satunya adalah Mie Celor 26 Ilir H. M. Syafei Z. Sedangkan di Jambi terdapat kedai besar yang menyajikan Mie Celor ini sebagai menu utamanya yaitu Mie Celor Hawa Jaya. Sedikit perbedaan Mie Celor Jambi dan Palembang ini adalah penggunaan daging sapi yang menggantikan udangnya.

3. Mie Koba

Mie Koba khas Bangka Belitung
Koba diambil dari nama daerah di Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Bangka Belitung, tempat dimana Mie Koba ini berasal. Kuah tenggiri yang segar dan gurih dengan sedikit semburat rasa manis dari gula aren, menjadikan Mie Koba menjadi kuliner khas Bangka Belitung yang tidak boleh dilewatkan. Awalnya saya pikir tidak ada unsur ikan di kuliner yang satu ini, karena rasanya tidak terlalu mencolok, tapi ternyata justru ikan tenggiri lah kunci dari Mie Koba. Saat ini Mie Koba tidak hanya bisa dinikmati di tempat asalnya, akan tetapi sudah bisa dinikmati juga di ibukota provinsi Bangka Belitung, Kota Pangkal Pinang. Mie Koba disajikan dengan jeruk kunci yang khas untuk menambahkan kesegaran hidangan ini dan telur ayam rebus sebagai teman lauknya.

4. Mie Lendir

Mie Lendir alias Mie Rebus Kuah Kacang Khas Batam
Mendengar namanya awalnya saya bingung, mie macam apa ini? Ternyata ini adalah Mie Rebus Kuah Kacang yang dapat kita temukan sebagai menu sarapan di Kota Batam. Mie rebus dengan tauge yang ditemani taburan bawang daun dan bawang goreng diguyur kuahnya yang kental (mungkin ini yang membuat disebut mie lendir), dengan warna kecoklatan dari bumbu kacang. Rasa gurih dan manis yang berpadu dengan cantik dengan irisan cabe rawit untuk memperkuat rasa dengan sentuhan rasa pedas yang dihasilkan, juga satu butir telur rebus sebagai penyempurna

5. Soto Mie

Soto Mie Khas Bogor
Ada yang bilang ini adalah kuliner khas Bogor, ada juga yang bilang khas Betawi. Tapi yang jelas soto mie ini memang mudah ditemukan di dua kota tersebut. Mie, bihun, wortel, lobak, kentang, risol, daging, kikil, emping, bawang goreng dan bawang daun bersatu dalam mangkok yang diguyur kuah soto bening yang segar. Biasanya para pemburu kuliner yang tengah berwisata ke kota Bogor menjadikan Soto Mie ini sebagai salah satu destinasinya, karena memang Bogor terkenal dengan banyaknya penjaja soto mie yang lezat.

6. Mie Kocok

Mie Kocok Khas Bandung special pake Sumsum Sapi
Kalau yang ini jelas kuliner khas Bandung. Mie kuning dan tauge dengan kikil sapi dan kuah kaldu sapi yang kental. Di beberapa tempat, sumsum sapi jadi tambahan topping yang sulit untuk ditolak. Banyak penjaja mie kocok dapat kita temui di kota Bandung, baik yang menggunakan gerobak keliling, ataupun yang menjualnya di kedai/kios permanen. Mie Kocok Mang Dadeng yang berjualan di Jl. Banteng (KH Ahmad Dahlan) menjadi salah satu penjaja Mie Kocok paling ternama di kota Bandung.

7. Mie Ongklok

Mie Ongklok Khas Wonosobo
Namanya mungkin asing bagi sebagian orang tapi buat yang pernah berwisata ke Dieng, kuliner mie khas Wonosobo ini pasti pernah mereka dengar. Ya, Mie Ongklok memang jarang kita temui di kota lain selain di kota Wonosobo, Jawa Tengah. Mie kuning ditambah kol yang sudah direbus, kemudian diguyur dengan kuah "jenang" dari tepung kanji. Yang juga khas dari Mie Ongklok ini adalah cacahan daun kucainya. Tak lupa taburan bawang goreng dan potongan cabe rawit. Cita rasa manis dan gurih dari ebi mencuat sejak suapan pertama, ditambah sentuhan pedas dari cabe rawit. Biasanya Mie Ongklok ini juga disantap bersama sate ayam dengan bumbu kacang yang manis. Hmmm...

8. Mie Koclok

Mie Koclok Khas Cirebon
Yang ini Kuliner kota Cirebon. Mie yang direbus ditemani irisan kol dan tauge diguyur kuah putih kental yang terbuat dari tepung maizena, kaldu ayam, santan kental serta tentunya merica dan garam. Suwiran ayam, bawang daung dan bawang goreng menjadi pelengkap yang tidak boleh dilupakan beserta potongan telur ayam rebus. Rasa asin nan gurih segera menyeruak di dalam rongga mulut kita begitu kuah mie koclok ini kita seruput. Rasa dan teksturnya yang unik memang membuat mie koclok ini menjadi spesial, apalagi makanan yang satu ini sulit ditemukan di luar kota Cirebon

9. Bakmi Jogja

Bakmi Kuah khas Jogja
Mau rebus, goreng atau nyemek? Pedesnya segimana? Itulah pertanyaan standar yang biasa diajukan penjual bakmi khas Jogja jika kita memesan kuliner mie yang satu ini. Untuk yang rebus, mie akan direbus dalam kuah gurih ditemani ayam, kol, telor, tomat, daun bawang, acar dan taburan bawang goreng. Sedangkan untuk mie goreng, maka kecap menjadi kunci "pemersatu" semua ingredient di atas. Di beberapa tempat, proses memasak bakmi Jogja ini masih menggunakan arang, mungkin inilah yang membuat bumbunya lebih meresap ke dalam mie sehingga membuat sajian menjadi nikmat. Bakmi Kadin yang berdiri tahun 1947 di Jogja merupakan salah satu penjaja bakmi Jogja yang legendaris dan banyak peminatnya. Juga Bakmi Pele yang berjualan di kawasan Alun-Alun Utara Jogja.

10. Mie Tiaw Sapi

Mie Tiaw Sapi Khas Pontianak
Bergeser ke Pontianak, ada sajian kuliner khas di kota ini yang juga "diakui" di tingkat nasional, Mie Tiaw Sapi, mie lebar yang diolah dengan daging sapi, babat, tauge dan sayuran. Untuk yang Mie Tiau Goreng awalnya karena berwarna coklat gelap, saya pikir mie tiaw ini akan terasa sangat manis, tapi ternyata dugaan saya salah, rasanya justru cenderung asin. Salah dua penjaja Mie Tiaw ini di ibu kota Kalimantan Barat ini adalah Mie Tiaw Apollo dan Mie Tiaw Polo yang kedainya bersebelahan di Jl. Pattimura. Uniknya di bagian depan Mie Tiaw Apollo tertulis: "Berdiri sejak tahun 1968 tak pernah pindah" sementara kedai sebelah menulis "Mie Tiau Polo Pindahan dari sebelah" :)

11. Mie Kering

Mie Kering Khas Makassar
Selanjutnya kita menyeberang lagi ke Pulau Sulawesi, tepatnya ke ibu kota provinsi Sulawesi Selatan, Kota Makassar. Di kota ini kita bisa menemukan kuliner Mie yang menjadi salah satu ikon kulinernya: Mie Kering. Disebut demikian karena memang mie yang disajikan adalah mie kering alias mie yang digoreng kering seperti kerupuk. Keistimewaannya terasa ketika kuah panas diguyurkan diatasnya, tekstur mienya menjadi sangat khas, antara mulai lembut tapi tetap menyisakan kerenyahannya. Kuahnya seperti kuah capcay dengan sayuran dan potongan daging ayam. Dua penjual mie kering yang cukup terkenal di Makassar ini adalah Mie Titi dan Mie Anto.

12. Mie Cakalang

Mie Cakalang Khas Manado
Terakhir kita mengunjungi Manado, ibu kota Provinsi Sulawesi Utara, untuk menikmati Mie Cakalang yang bisa disajikan dalam bentuk goreng ataupun kuah. Sepintas tidak ada yang berbeda dengan mie cakalang ini, tapi begitu kita menyuapnya terdapat rasa yang unik yang dihasilkan dari potongan ikan cakalang fufu alias cakalang asap, rasanya asin dan gurih. Bahkan karena "kesengsem' dengan rasa cakalang yang khas ini saya pesan ikan cakalang goreng untuk memperkuat cita rasa mie ini. Salah satu tempat dimana kita bisa menikmati sajian ini adalah di salah satu pusat kuliner di kota Manado, Jl. Wakeke, tepatnya di Dego Dego Manado Cafe


Nah itulah 12 kuliner mie khas Nusantara yang pernah saya cicipi. Ada yang mau menambahkan???

Rabu, 20 Februari 2013

WisataKuliner Wonosobo - Carica dan Kripik Jamur, Oleh-Oleh dari Wonosobo


Wisata Kuliner Indonesia #262
Carica - Kripik Jamur
Oleh-Oleh Wonosobo


Tak elok rasanya jika mengunjungi suatu kota tidak membawa buah tangan khas dari kota tersebut, khususnya yang berbentuk makanan. Di Wonosobo ada satu oleh-oleh yang tidak boleh tidak dibawa jika kita ke sana: Carica. Pernah dengar kan? Carica adalah semacam buah pepaya dengan pohon dan buah yang lebih kecil dan lebih kenyal. Buah ini kemudian dipotong-potong dan diolah dalam larutan manis yang segar. Kalau jaman dulu carica ini dikemas dalam botol dalam kaca, tapi sekarang ada juga kemasan dalam gelas plastik. Lebih ringan dan lebih praktis. Harga satu kemasan Carica berukuran 300 gram Rp. 6000 saja, dan kalo kita beli satu dus (isi 12) harganya Rp. 70.000. Ada cerita unik dari buah ini, buah ini juga sering disebut sebagai Highland Papaya alias buah pepaya yang tumbuh di dataran tinggi. Konon katanya ada yang pernah mencoba menanam bibit ini di luar Dieng. Hasilnya? Buah yang dihasilkan bisa dikatakan mirip pepaya biasa, bukan seperti carica yang diinginkan. Jadi memang kalo ke Dieng dan Wonosobo, sirup Carica ini tidak boleh dilewatkan...

Ada lagi satu oleh-oleh yang menarik dari kota ini: Kripik Jamur. Aneka jamur yang tumbuh di dataran tinggi Dieng diolah menjadi aneka kripik yang renyah dan gurih. Bahkan banyak yang bilang bahwa kripik jamur ini rasanya mirip sekali dengan kripik paru. Padahal harga kripik paru harganya cukup mahal, sedangkan harga kripik jamur kancing ukuran 200gram adalah Rp. 25.000. Penasaran? Harus dicoba...

Banyak toko oleh-oleh bertebaran di berbagai sudut kota Wonosobo maupun dalam di pinggiran kota. Salah satu tempat saya belanja oleh-oleh adalah toko Cendawan Mas yang pusatnya ada di Jl Bisma no. 110 dan terdapat beberapa toko lainnya di kota ini. Toko ini cukup lengkap menyajikan aneka oleh-oleh dari Wonosobo lainnya seperti Kacang Dieng. Jadi setelah mencicipi Mie Ongklok, jangan lupa berbagi kebahagiaan dengan orang rumah dengan membawakan buah tangan, oleh-oleh khas Wonosobo

Mau tahu tempat makan lainnya di Wonosobo? Silakan lihat disini -> Wisata Kuliner Wonosobo

Sabtu, 16 Februari 2013

WisataKuliner Wonosobo - Mie Ongklok Bu Umi


Wisata Kuliner Indonesia #261
Mie Ongklok BU UMI
Jl. Masjid, Kauman Utara
Wonosobo


Buat saya, ini adalah salah satu jenis olahan mie yang paling enak sedunia: Mie Ongklok, kuliner khas dari kota Wonosobo. Salah satu penjajanya yang banyak direkomendasikan adalah Mie Ongklok Bu Umi. Mie kuning ditambah kol yang sudah direbus, kemudian diguyur dengan kuah "jenang" dari tepung kanji, tak lupa cacahan daun kucai, taburan bawang goreng dan potongan cabe rawit. Cita rasa manis dan gurih dari ebi mencuat sejak suapan pertama, ditambah sentuhan pedas dari cabe rawit... buat saya, mie ongklok ini benar-benar memberikan "keindahan" yang "ngangeni" buat indera pengecap saya. Harga satu porsi mangkuk Mie Ongklok di Bu Umi ini juga cukup terjangkau, hanya Rp. 5.000 saja.

Makan Mie Ongklok tidaklah lengkap jika tidak ditemani dengan sate sapi. Ya, buat saya mie ongklok itu harus di-jejerke dengan sate. Sate sapi yang dihidangkan di kedai Bu Umi ini juga sederhana, dengan potongan daging yang kecil-kecil, dan bumbu kacang yang halus dan manis. Bumbu kacangnya ini sebenarnya yang akan memperkuat rasa kuah "jenang" dari mie ongklok, jadi biasanya saya ambil bumbu sate ini untuk dicampurkan dengan kuah mie ongklok sehingga menciptakan rasa yang paripurna. Nyosss.... Satu porsi sate sapi berisi 10 tusuk ini harganya Rp. 14.000.

Yang tidak boleh dilewatkan sambil makan mie Ongklok ini adalah kudapan khas yang tersaji di meja: Geblek dan Tempe Kemul. Geblek ini mirip dengan cireng kalo dari tatar Sunda, tetapi tidak terlalu asin. Saya sih kalo di rumah seneng makan geblek yang dicocol dengan bumbu pecel. Kalo Tempe Kemul adalah irisan tempe tipis yang digoreng dengan kemul alias selimut tepung yang juga diberi cacahan daun kucai. Gurihh.. Satu porong gorengan ini harganya Rp. 600.

Mie Ongklok dan Sate Bu Umi terletak di Jl. Masjid, tidak jauh dari alun-alun kota Wonosobo, cukup terus menuju ke arah Utara, sekitar 500m kita akan menemukannya di sisi jalan. Ada satu lagi kedai Mie Ongklok yang lebih ramai, yang juga tidak terlalu jauh dari kedai ini, yaitu Mie Ongklok Longkrang. Lebih ramai karena longkrang ini berada di jalan utama yang dilintasi orang yang baru berwisata dari daerah Dieng. Sementara saya merupakan pecinta berat Mie Ongklok karena Wonosobo merupakan kota asal dari keluarga ayahanda tercinta. Jadi sejak kecil, kuliner wonosobo yang satu ini sudah sangat lekat dengan lidah dan hati saya. Tapi sejak mbah sudah tidak ada, saya jarang ke Wonosobo, tapi kerinduan akan mie ongklok selalu terobati karena jika keluarga besar berkumpul di Jakarta atau di Bandung, Mie Ongklok selalu menjadi sajian wajib, karena ibu dan bulik-bulik saya juga piawai memasaknya. Di tengah kesejukan udara kota Wonosobo, Mie Ongklok adalah jawaban paling tepat untuk anda yang mencari kehangatan...

Mau tahu tempat makan lainnya di Wonosobo? Silakan lihat disini -> Wisata Kuliner Wonosobo