Tampilkan postingan dengan label Makassar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Makassar. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 06 Juni 2015

Wisata30 Kuliner Pilihan dari 30 Provinsi di Indonesia (2)

Setelah menjelajah kuliner di pulau Sumatera dan Kalimantan, saatnya kita menengok kuliner pilihan dari banyumurti.net dari Pulau Sulawesi, Maluku, Papua dan Nusa Tenggara.

14. Sulawesi Utara

Ada yang bilang kalau ke Manado jangan lupa 3B: Boulevard (jalan di sepanjang pantai), Bunaken (yang terkenal dengan taman lautnya) dan Bubur. Ya Bubur Manado alias Bubur Tinutuan memang merupakan salah satu ikon kuliner dari Manado, ibu kota Provinsi Sulawesi Utara ini. Dan pilihan banyumurti.net juga jatuh di Bubur Tinutuan ini. Berbeda dengan bubur beras di kota lainnya, bubur Tinutuan tampak jauh lebih sehat dengan aneka sayuran di dalamnya, sebut saja singkong, bayam, kangkung, jagung, labu kuning dan juga daun kemangi. Hmmmm...


15. Gorontalo

Saya pernah dijamu oleh ibu Gubernur Gorontalo di rumah dinasnya, beragam kuliner khas provinsi baru ini disajikan dan semuanya sanggup memanjakan indera pengecap kita. Tapi sayangnya sulit untuk menemukan sajian kuliner tersebut di tempat umum, atau mungkin sayanya yang tidak sempat untuk benar-benar berburu kuliner khas provinsi ini. Tapi ada satu Kuliner Gorontalo yang hampir tidak pernah saya lewatkan jika berkunjung ke sini, nama makanannya adalah Binde Biluhuta atau dikenal juga dengan Milu Siram. Milu sendiri artinya jagung, jadi makanan ini seperti sayur sop dengan bahan utama pipilan jagung manis. Yang membedakan dengan sop biasa adalah adanya parutan kelapa dalam kuahnya dan daging ikan cakalang yang memberi cita rasa yang khas bagi sajian yang satu ini.


16. Sulawesi Tengah

Dua kali saya sempat berkunjung ke kota Palu, ibukota provinsi Sulawesi Tengah. Dan dari dua kunjungan tersebut ada satu kuliner yang tak pernah terlewatkan, sekaligus jadi kuliner pilihan banyumurti.net, yaitu Kaledo. Bentuknya mirip dengan sup kaki sapi biasa lengkap dengan tulangnya, yang beda adalah cita rasa asam yang segar yang menyeruak di kuahnya ditimpali gigitan rasa pedas dari cabe rawit kering. Biasanya disantap bersama singkong rebus, bukan nasi.


17. Sulawesi Selatan

Nah di provinsi ini, khususnya di Makassar, ibu kota Provinsi Sulawesi Selatan, terus terang saya kesulitan untuk menentukan kuliner apa yang harus jadi pilihan banyumurti.net. Coto, Konro, Palubasa, pisang ijo, saraba, sop saudara hanyalah sebagian kecil dari kekayaan kuliner di provinsi ini. Setelah perdebatan yang alot dari titik-titik syaraf di lidah, akhirnya Pallumara jadi pilihan banyumurti.net. Alasannya adalah saya penggemar berat kepala ikan dan sajian kepala ikan yang satu ini memang berbeda. Saya menikmati Pallumara ini di Pallumara Mappanyukki yang berlokasi di dalam jalan kecil, tapi itu tidak menyurutkan para pelanggannya untuk memenuhi kedai sederhananya. Kepala Ikan Kakap dengan bumbu kuning yang bercita rasa asam segar ini benar-benar memanjakan indera pengecapku.

18. Sulawesi Tenggara

Pada kedatangan saya ke Kendari, ibukota Provinsi Sulawesi Tenggara, saya gagal menemukan kuliner khas dari kota ini kecuali kacang mede yang memang terkenal sebagai buah tangan dari provinsi ini. Tapi menyeberang ke kota BauBau saya malah sempat cicipi berapa kuliner dari kepulauan Buton ini, seperti bubur Kapusunosu bubur gurih yang terbuat dari jagung dengan santan, biasanya disantap dengan dengan ikanedole, daging ikan yg ditumbuk dan dibentuk segitiga. Tapi pilihan banyumurti.net jatuh pada sebuah kudapan sederhana, Kambewe. Terbuat dari jagung yang digiling bersama gula merah, santap ketika hangat sambil menikmati indahnya air terjun Tirta Rimba, tempat dimana kambewe ini dijajakan.

19. Maluku Utara

Maluku Utara tidak hanya terkenal dengan keindahan alamnya, tapi juga "keindahan" kulinernya yang menggoda. Cobalah main ke Pasar Bahari Berkesan kota Ternate, sebuah pasar tradisional yang menyediakan aneka bahan dasar kuliner khas yang hanya dapat ditemui di sini. Mau tinggal langsung makan? Berjalanlah ke belakang pasar ini, berjejer kedai-kedai yang menyediakan aneka kuliner khas provinsi ini. Dan yang paling berkesan buat banyumurti.net adalah suguhan Gohu Ikan Cakalang. Potongan daging ikan cakalang yang dicampur dengan segarnya lemon cui, pedasnya cabe rawit dan harumnya daun kemangi, dan tanpa dimasak lagi kita langsung dapat menyantap sajian ini. Dinikmati sebagai lauk dari papeda ataupun singkong rebus.

20. Maluku

Ada sebuah resto ternama di kota Ambon, ibu kota provinsi Maluku, namanya Ratu Gurih. Di sini kita bisa nikmati ikan dengan beragam olahan. Dan favorit dari banyumurti.net adalah Ikan Bakar Bumbu Colo-Colo, bahan dasarnya adalah ikan lalosi yang disajikan bersama sambal colo-colo dengan cita rasa asam yang kuat. Dahsyat...

21. Papua

Pertama kali saya menginjakkan kaki ke pulau Papua bukanlah ke Jayapura, ibukota provinsi ini, tapi ke kota kecil di lembah Baliem, Wamena. Di sanalah banyumurti.net menikmati sajian kuiner yang unik Udang Selingkuh. Unik, karena udah yang hidup perairan sungai Baliem ini memiliki tubuh yang berbeda dengan udang lainnya yang biasa kita santap. Badannya besar seperti udang galah tapi punya capit yang kuat laksana kepiting. Aroma segar dengan semburat rasa manis muncul dari dagingnya yang masih segar. Konon udang ini masih hasil tangkapan dari penduduk lokal, dan belum dibudidayakan sehingga belum tentu setiap saat kita bisa menikmatinya ketika berkunjung ke Wamena.

22. Nusa Tenggara Timur (NTT)

Sempat dua kali berkunjung ke kota Kupang, ibu kota NTT, dan sekali menyebrang ke Pulau Rote, pulau yang paling selatan dari negara Indonesia. Sayangnya karena waktu terbatas, tidak sempat mengeksplor kuliner di dua kota ini. Tapi sebelum pulang, masih sempat mengunjungi Kedai Ibu Soekiran di Kupang yang menjual beragam oleh-oleh khas NTT, dan ada satu yang memikat banyumurti.net yaitu Sei Sapi. Sei adalah daging yang diasap dengan olahan khas NTT, biasaya menggunakan daging babi, tapi di kedai ibu Soekiran ini menggunakan daging sapi yang dijamin kehalalannya. Dibekukan dan dikemas dalam kemasan hampa udara memungkinkan sei sapi ini kita bawa pulang walau tanpa pengawet. Di rumah, Sei Sapi ini bisa kita goreng atau paling enak bisa kita bikin oseng. Penasaran?

23. Nusa Tenggara Barat (NTB)

Ayam Taliwang dan Plecing Kangkung merupakan dua ikon kuliner dari Mataram-Lombok yang tidak pernah terlewatkan. Beberapa tempat makan kuliner ini sudah sempat saya sambangi seperti Taliwang Irama, Dua-Em dan Taliwang Raya. Tapi justru ada kedai kecil yang jadi favorit banyumurti.net, Taliwang Khas Pak Udin. Rasa ayam taliwang bakar dengan yang pedas dengan semburat rasa manisnya begitu menggoda, apalagi ditemani dengan terong bakar pedas yang juga jadi favorit di tempat ini.


Kamis, 01 Januari 2015

Wisata12 Kuliner Mie Khas dari Indonesia

Wisata Kuliner Indonesia #353

Mie dipercaya berasal sejak ribuan tahun lalu dari daratan China, dan kini telah menyebar ke seluruh dunia dengan beraneka bentuk, rasa, jenis dan bahan dasar pembuatannya. Di Indonesia sendiri, saat ini hampir setiap daerah memiliki olahan mie yang unik dan khas. Olahan-olahan mie ini bahkan telah menjadi ikon kuliner khas dari daerah-daerah tersebut. Keragaman bumbu dan rempah yang dimiliki kuliner nusantara telah menjadikan mie dapat dibuat dengan bermacam variasi yang sangat kaya. Berikut adalah 12 kuliner mie yang khas dari berbagai kota di Indonesia:

1. Mie Aceh

Mie Kepiting khas Aceh
Mie Aceh adalah olahan mie khas dari provinsi Serambi Mekah. Dominan rasa pedas dengan paduan gurih dan semburat rasa asam segar. Mie nya sendiri relatif besar dan kenyal. Biasanya tersedia dalam tiga jenis penyajian: Kuah, Goreng atau Basah (tidak terlalu kering tapi juga tidak berkuah). Biasanya "Isi"nya pun bisa kita pilih: Udang, Daging, Jamur, Cumi-Cumi, Kepiting ataupun gabungan dari pilihan-pilihan tersebut. Buat saya, pilihan isi favorit adalah kepiting. Jika di Banda Aceh, maka kepiting dalam mie ini disajikan utuh. Salah satu penjaja Mie Aceh yang terkenal di Banda Aceh adalah Mie Razali, kita juga bisa menemui penjaja Mie Aceh yang melegenda di kota Medan yaitu Mie Titi Bobrok. Di beberapa kota besar di Jawa, kita pun bisa dengan mudah menemukan penjaja Mie Aceh ini

2. Mie Celor

Mie Celor Khas Palembang
Jika kita ke Kota Palembang atau Jambi, Mie Celor merupakan kuliner wajib yang harus dicoba. Mienya berukuran besar dan lurus seperti spaghetti dengan kuah kental yang merupakan perpaduan antara santan, udang dan telur. Biasanya disajikan bersama potongan telur rebus, serpihan daging udang dan bawang goreng. Rasa asin dan gurih mendominasi cita rasa dari mie celor ini, juga aroma udang dan telur yang begitu terasa. Di Palembang, banyak dapat kita temui penjaja Mie Celor ini, salah satunya adalah Mie Celor 26 Ilir H. M. Syafei Z. Sedangkan di Jambi terdapat kedai besar yang menyajikan Mie Celor ini sebagai menu utamanya yaitu Mie Celor Hawa Jaya. Sedikit perbedaan Mie Celor Jambi dan Palembang ini adalah penggunaan daging sapi yang menggantikan udangnya.

3. Mie Koba

Mie Koba khas Bangka Belitung
Koba diambil dari nama daerah di Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Bangka Belitung, tempat dimana Mie Koba ini berasal. Kuah tenggiri yang segar dan gurih dengan sedikit semburat rasa manis dari gula aren, menjadikan Mie Koba menjadi kuliner khas Bangka Belitung yang tidak boleh dilewatkan. Awalnya saya pikir tidak ada unsur ikan di kuliner yang satu ini, karena rasanya tidak terlalu mencolok, tapi ternyata justru ikan tenggiri lah kunci dari Mie Koba. Saat ini Mie Koba tidak hanya bisa dinikmati di tempat asalnya, akan tetapi sudah bisa dinikmati juga di ibukota provinsi Bangka Belitung, Kota Pangkal Pinang. Mie Koba disajikan dengan jeruk kunci yang khas untuk menambahkan kesegaran hidangan ini dan telur ayam rebus sebagai teman lauknya.

4. Mie Lendir

Mie Lendir alias Mie Rebus Kuah Kacang Khas Batam
Mendengar namanya awalnya saya bingung, mie macam apa ini? Ternyata ini adalah Mie Rebus Kuah Kacang yang dapat kita temukan sebagai menu sarapan di Kota Batam. Mie rebus dengan tauge yang ditemani taburan bawang daun dan bawang goreng diguyur kuahnya yang kental (mungkin ini yang membuat disebut mie lendir), dengan warna kecoklatan dari bumbu kacang. Rasa gurih dan manis yang berpadu dengan cantik dengan irisan cabe rawit untuk memperkuat rasa dengan sentuhan rasa pedas yang dihasilkan, juga satu butir telur rebus sebagai penyempurna

5. Soto Mie

Soto Mie Khas Bogor
Ada yang bilang ini adalah kuliner khas Bogor, ada juga yang bilang khas Betawi. Tapi yang jelas soto mie ini memang mudah ditemukan di dua kota tersebut. Mie, bihun, wortel, lobak, kentang, risol, daging, kikil, emping, bawang goreng dan bawang daun bersatu dalam mangkok yang diguyur kuah soto bening yang segar. Biasanya para pemburu kuliner yang tengah berwisata ke kota Bogor menjadikan Soto Mie ini sebagai salah satu destinasinya, karena memang Bogor terkenal dengan banyaknya penjaja soto mie yang lezat.

6. Mie Kocok

Mie Kocok Khas Bandung special pake Sumsum Sapi
Kalau yang ini jelas kuliner khas Bandung. Mie kuning dan tauge dengan kikil sapi dan kuah kaldu sapi yang kental. Di beberapa tempat, sumsum sapi jadi tambahan topping yang sulit untuk ditolak. Banyak penjaja mie kocok dapat kita temui di kota Bandung, baik yang menggunakan gerobak keliling, ataupun yang menjualnya di kedai/kios permanen. Mie Kocok Mang Dadeng yang berjualan di Jl. Banteng (KH Ahmad Dahlan) menjadi salah satu penjaja Mie Kocok paling ternama di kota Bandung.

7. Mie Ongklok

Mie Ongklok Khas Wonosobo
Namanya mungkin asing bagi sebagian orang tapi buat yang pernah berwisata ke Dieng, kuliner mie khas Wonosobo ini pasti pernah mereka dengar. Ya, Mie Ongklok memang jarang kita temui di kota lain selain di kota Wonosobo, Jawa Tengah. Mie kuning ditambah kol yang sudah direbus, kemudian diguyur dengan kuah "jenang" dari tepung kanji. Yang juga khas dari Mie Ongklok ini adalah cacahan daun kucainya. Tak lupa taburan bawang goreng dan potongan cabe rawit. Cita rasa manis dan gurih dari ebi mencuat sejak suapan pertama, ditambah sentuhan pedas dari cabe rawit. Biasanya Mie Ongklok ini juga disantap bersama sate ayam dengan bumbu kacang yang manis. Hmmm...

8. Mie Koclok

Mie Koclok Khas Cirebon
Yang ini Kuliner kota Cirebon. Mie yang direbus ditemani irisan kol dan tauge diguyur kuah putih kental yang terbuat dari tepung maizena, kaldu ayam, santan kental serta tentunya merica dan garam. Suwiran ayam, bawang daung dan bawang goreng menjadi pelengkap yang tidak boleh dilupakan beserta potongan telur ayam rebus. Rasa asin nan gurih segera menyeruak di dalam rongga mulut kita begitu kuah mie koclok ini kita seruput. Rasa dan teksturnya yang unik memang membuat mie koclok ini menjadi spesial, apalagi makanan yang satu ini sulit ditemukan di luar kota Cirebon

9. Bakmi Jogja

Bakmi Kuah khas Jogja
Mau rebus, goreng atau nyemek? Pedesnya segimana? Itulah pertanyaan standar yang biasa diajukan penjual bakmi khas Jogja jika kita memesan kuliner mie yang satu ini. Untuk yang rebus, mie akan direbus dalam kuah gurih ditemani ayam, kol, telor, tomat, daun bawang, acar dan taburan bawang goreng. Sedangkan untuk mie goreng, maka kecap menjadi kunci "pemersatu" semua ingredient di atas. Di beberapa tempat, proses memasak bakmi Jogja ini masih menggunakan arang, mungkin inilah yang membuat bumbunya lebih meresap ke dalam mie sehingga membuat sajian menjadi nikmat. Bakmi Kadin yang berdiri tahun 1947 di Jogja merupakan salah satu penjaja bakmi Jogja yang legendaris dan banyak peminatnya. Juga Bakmi Pele yang berjualan di kawasan Alun-Alun Utara Jogja.

10. Mie Tiaw Sapi

Mie Tiaw Sapi Khas Pontianak
Bergeser ke Pontianak, ada sajian kuliner khas di kota ini yang juga "diakui" di tingkat nasional, Mie Tiaw Sapi, mie lebar yang diolah dengan daging sapi, babat, tauge dan sayuran. Untuk yang Mie Tiau Goreng awalnya karena berwarna coklat gelap, saya pikir mie tiaw ini akan terasa sangat manis, tapi ternyata dugaan saya salah, rasanya justru cenderung asin. Salah dua penjaja Mie Tiaw ini di ibu kota Kalimantan Barat ini adalah Mie Tiaw Apollo dan Mie Tiaw Polo yang kedainya bersebelahan di Jl. Pattimura. Uniknya di bagian depan Mie Tiaw Apollo tertulis: "Berdiri sejak tahun 1968 tak pernah pindah" sementara kedai sebelah menulis "Mie Tiau Polo Pindahan dari sebelah" :)

11. Mie Kering

Mie Kering Khas Makassar
Selanjutnya kita menyeberang lagi ke Pulau Sulawesi, tepatnya ke ibu kota provinsi Sulawesi Selatan, Kota Makassar. Di kota ini kita bisa menemukan kuliner Mie yang menjadi salah satu ikon kulinernya: Mie Kering. Disebut demikian karena memang mie yang disajikan adalah mie kering alias mie yang digoreng kering seperti kerupuk. Keistimewaannya terasa ketika kuah panas diguyurkan diatasnya, tekstur mienya menjadi sangat khas, antara mulai lembut tapi tetap menyisakan kerenyahannya. Kuahnya seperti kuah capcay dengan sayuran dan potongan daging ayam. Dua penjual mie kering yang cukup terkenal di Makassar ini adalah Mie Titi dan Mie Anto.

12. Mie Cakalang

Mie Cakalang Khas Manado
Terakhir kita mengunjungi Manado, ibu kota Provinsi Sulawesi Utara, untuk menikmati Mie Cakalang yang bisa disajikan dalam bentuk goreng ataupun kuah. Sepintas tidak ada yang berbeda dengan mie cakalang ini, tapi begitu kita menyuapnya terdapat rasa yang unik yang dihasilkan dari potongan ikan cakalang fufu alias cakalang asap, rasanya asin dan gurih. Bahkan karena "kesengsem' dengan rasa cakalang yang khas ini saya pesan ikan cakalang goreng untuk memperkuat cita rasa mie ini. Salah satu tempat dimana kita bisa menikmati sajian ini adalah di salah satu pusat kuliner di kota Manado, Jl. Wakeke, tepatnya di Dego Dego Manado Cafe


Nah itulah 12 kuliner mie khas Nusantara yang pernah saya cicipi. Ada yang mau menambahkan???

Rabu, 10 Desember 2014

WisataKuliner Makassar - Menyeruput Hangatnya Sarabba


Wisata Kuliner Indonesia #348
Kuliner Makassar
Kedai SARABBA
Jl. Sungai Cerekang - Makassar


Rasanya tidak lengkap jika mengunjungi Makassar tidak mencicipi Sarabba. Ya, Sarabba adalah minuman khas dari ibu kota Sulawesi Selatan yang banyak dijajakan di berbagai sudut kota ini. Akan tetapi ada satu ruas jalan yang berjejer kedai-kedai dengan Saraba sebagai sajian utamanya, namanya Jl. Sungai Cerekang. Sehabis menyantap Ayam Goreng Sulawesi, malam itu saya habiskan di salah kedai di Jl. Sungai Cerekang ini. Satu gelas Saraba langsung saya pesan, minuman yang memberi kehangatan bagi siapa yang meneguknya. Tidak heran, karena Saraba sendiri berbahan utama jahe dan gula aren, mirip seperti minuman Bandrek kalau di Jawa Barat. Tapi yang membedakannya adalah Saraba menggunakan santan, di samping pelbagai rempah-rempah seperti pala dan kayu manis. Aroma wangi yang menggoda langsung menyergap hidung begitu Saraba hadir di depan kita. Tegukan pertama langsung mengalir ke kerongkongan yang menghadirkan sensasi hangat yang beda, manisnya gula merah memang berpadu indah dengan gurihnya santan dan hangatnya jahe, serta ditimpali sedikit wangi dari kayu manis. Oh ya, kita juga diberi opsi apakah akan menggunakan telur untuk saraba kita, tenang, telur tersebut akan dikocok benar sebelum diguyur dengan panasnya air dari sarabba, sehingga ketika kita meminumnya tidak terasa sama sekali bau amis yang biasanya muncul pada telur mentah. Sebagi minuman yang dipercaya juga sebagai penambah stamina tubuh, maka opsi penambahan telur tersebut layak untuk dicoba.

Jika menikmati Sarabba di sekitar Pantai Losari, maka temannya adalah Pisang Epe. Akan tetapi, di Cerekang ini, teman untuk minum saraba adalah aneka gorengan yang disajikan bersama sambal. Berbeda dengan di pulau Jawa, di kota-kota di Pulau Sulawesi sambal memang menjadi kawan bagi aneka gorengan, terutama pisang goreng. Mungkin ada yang bertanya, apa rasanya makan pisang goreng dicocol sambel? Saya pertama kali mencobanya di Manado, dan ternyata ketagihan sampai sekarang. Rasa pisang yang manis-manis sepet gitu ternyata bisa berpadu dengan sambal. Dan satu per satu gorengan mulai berpindah tempat, dari atas piring ke dalam rongga perut kita masing-masing.

Saya hitung ada sekitar 5 kedai sederhana atau lebih yang menjajakan Saraba di ruas jalan Sungai Cerekang ini. Dan menariknya, hampir semuanya terisi penuh oleh pelanggan yang datang. Ya, walau "bersaing", tampaknya tidak menjadi masalah bagi kedai-kedai ini. Kursi-kursi plastik yang disediakan kedai-kedai tersebut sebagian besar terisi oleh para penikmat Saraba. Saat ini Sarabba sudah banyak tersedia di berbagai kota di pulau Sulawesi, bahkan sekarang sudah ada kemasan sachet bagi yang ingin menikmati Saraba Instant. Walau tidak seenak Saraba asli, Saraba instan ini boleh lah untuk melepas rasa kangen daripada harus jauh-jauh balik ke Makassar :) Jika anda adalah orang yang berniat berkunjung ke Makassar, masukkan Saraba ini sebagai salah satu destinasi wisata kuliner di Makassar.

Peta / Alamat Lokasi Saraba - Cerekang:


Minggu, 30 November 2014

WisataKuliner Makassar - Ayam Goreng Sulawesi


Wisata Kuliner Indonesia #341
Kuliner Makassar
Ayam Goreng SULAWESI (Ny. Hj. Nursiah)
Jl. Sultan Hasanuddin No. 17 (Perempatan Jl Ince Nurdin No. 2) Makassar
Telp.: 0411 - 3624330


Jika biasanya warna ayam goreng itu kuning keemasan, maka tidak dengan Ayam Goreng Sulawesi ini, warnanya cokelat tua. Saya bisa menduga dari tampilannya bahwa ayam ini rasanya manis. Ternyata dugaan ini tidak salah, semburat rasa legit tapi gurih langsung terasa begitu kita mengunyah potongan daging ayam yang empuk ini. Diolah dari ayam kampung, ayam goreng sulawesi ini memang menyajikan cita rasa yang berbeda, bumbunya yang meresap sampai ke dalam tulang dan uraian daging ayam yang lembut memberi jejak bahwa proses memasak ayam ini tidak seadanya dan memakan waktu yang cukup lama. Bahkan rasa manis yang gurih ini juga bisa dinikmati sampai ke jeroan ati-ampela nya. Nikmati dengan sambal yang tersaji, maka rasa yang kita nikmati akan semakin lengkap.


"Ayam Goreng Sulawesi dan Seafood - Ny. Hj. Nursiah, sejak 1969", begitu tulisan yang tercantum di depan rumah makan yang berlokasi di sudut Jl. Sultan Hasanuddin ini. Ya, selain ayam, tempat ini juga menyajikan aneka seafood. Sayang saya tidak sempat mencicipi olahan makanan lautnya karena sudah terlanjur "kesengsem" dengan cita rasa ayam goreng sulawesi ini. Jika memang ingin menikmati hidangan ayam goreng kampung yang berbeda, Ayam Goreng Sulawesi ini bisa menjadi pilihan. Juga menjadi destinasi kuliner Makassar di antara beragam pilhan kuliner lainnya di kota ini seperti Konro, Coto, Pallu Basa, Mie Kering, Pallumara dan sebagainya.

Peta Lokasi Ayam Goreng Sulawesi:


Minggu, 17 November 2013

WisataKuliner Makassar - Pallumara Mappanyukki


Wisata Kuliner Indonesia #298
Pallumara Mappanyukki
Jl. H.A. Mappanyukki No.36 C
Makassar


Saya sudah pernah coba makan Pallu Basa dan juga Pallu Butung. Dan walau sama-sama menggunakan kata Pallu ternyata ini adalah dua jenis kuliner Makassar yang jauh berbeda. Nah bagaimana dengan Pallumara? Tidak direncanakan pada saat kunjungan kesekian kalinya ke Makassar saya diajak makan ke salah satu warung Pallumara yang banyak menjadi favorit di kota ini, tepatnya di Jl. Mappanyukki. Tidak tepat di pinggir jalan besarnya, tapi masuk ke jalan kecil, saya tidak menyangka akan menemui kedai sederhana di sebuah rumah yang disesaki para pengunjung yang akan makan siang di tempat ini. Menunya hanya satu Pallumara alias Sup Kepala Ikan. Sup dengan kuah kuning dari bumbu kunyit yang ditimpali dengan segarnya rasa asam dan gurihnya bawang, hmmm... Apalagi dengan bahan baku kepala kakap merah yang menjadi favorit saya sepanjang masa, kuliner Makassar ini langsung menyentuh rasa cinta yang muncul di indera pengecap.

Harga satu porsi sup kepala ikan alias Pallumara khas Makassar ini 30ribu rupiah, tidak bisa disebut murah memang tapi sangat setimpal dengan cita rasa yang diberikan. Ludes sudah semua daging yang menempel di kepala kakap ini sampai setiap sela tersembunyi, wajar kalau kedai sederhana ini tampak selalu dijejali oleh para pelanggannya baik dari dalam maupun luar kota. Mau berburu wisata kuliner Makassar? Masukkan Pallumara Mappanyukki ini sebagai salah satu destinasi anda.

Mau mencari tempat makan lainnya di kota Makassar?
Cek disini: Wisata Kuliner Makassar

Jumat, 20 September 2013

WisataKuliner Makassar - Mie Anto yang Top...


Wisata Kuliner Indonesia #293
Kuliner Makassar
Mie Anto
Jl. Bali - Makassar

Mie kering yang diguyur kuah kental dengan aroma kaldu ayam yang kuat menjadikan hidangan Mie Anto ini memang patut menjadi salah satu destinasi wisata kuliner di Kota Makassar. Ya, sering mendengar namanya tapi baru berkesempatan mengunjunginya di bulan Agustus ini. Berbeda dengan mie yang biasa yang bertekstur lunak, Mie kering khas Makassar ini renyah, karena tidak direbus melainkan digoreng. Keistimewaannya terasa ketika kuah panas diguyurkan diatasnya, tekstur mienya menjadi sangat khas, antara mulai lembut tapi tetap menyisakan kerenyahannya. Dan jujur, saya lebih suka cita rasa yang disuguhkan oleh Mie Anto ini dibanding dengan Mie Titi, karena kuah kentalnya terasa lebih gurih dan terasa banget ayamnya. Satu porsi ukuran kecil Mie Anto ini dihargai Rp. 19.000,- sedangkan yang besar Rp. 20.000,-, gak beda jauh yah hehehe. Mungkin karena yang dikurangi hanya mie-nya saja, tapi tidak dengan kuahnya yang dipenuhi potongan daging ayam.

Terletak di perempatan Jl. Bali dan Jl. Lombok - Makassar, Mie Anto mulai menjajakan dagangannya sore hari selepas jam 5 dan baru tutup lewat dini hari, sekitar jam 3 pagi. Harus siap bersabar jika datang ke sana pas jam makan malam, semua bangku biasanya terisi penuh, dan kita harus menunggu sampai ada yang selesai bersantap. Ternyata tidak salah banyak yang merekomendasikan Mie Anto ini, dan saya sekarang pun turut merekomendasikannya. Selamat menikmati...

Mau mencari tempat makan lainnya di kota Makassar? Cek disini: Wisata Kuliner Makassar