Tampilkan postingan dengan label Palembang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Palembang. Tampilkan semua postingan

Minggu, 22 Mei 2016

WisataKuliner Palembang - Nasi Minyak H. Abuk


Wisata Kuliner Indonesia #398
Kuliner Palembang
Nasi Minyak Haji Abuk
Jl. DR. M. Isa No. 9 / 823, Pasar Kuto - Palembang
Telp: 0711 - 352656


"Pilihan lauknya tepat pak, itu memang lauk-lauk yang menjadi khas di tempat ini sebagai teman makan nasi minyak", begitu ujar sang bapak penjaga warung H. Abuk, ketika memeriksa dan menghitung hidangan yang "menghilang" karena saya santap dari meja. Ya, kesempatan saya ke Palembang kali ini tak saya sia-siakan untuk menjajal hidangan Nasi Minyak, sajian yang dulunya konon menjadi sajian eksklusif di Kesultanan. Warung H. Abuk menjadi kedai yang direkomendasikan banyak orang untuk menikmati kuliner ini, sebuah warung sederhana yang terletak di kawasan Pasar Kuto Palembang. Begitu masuk ke dalam warung ini, sang Bapak menyambut ramah dengan menanyakan apa yang hendak saya santap. Saya pun (walau baru pertama datang ke tempat ini) dengan penuh keyakinan meminta disediakan satu porsi nasi minyak dengan aneka lauk yang disajikan di meja, laksana rumah makan padang. Yang pertama hadir adalah Nasi minyaknya itu sendiri, yang langsung menyergap indera penciuman saya dengan aroma rempah yang kuat. Aroma yang hampir serupa jika kita menikmati sajian Nasi Kebuli. Saya harus menahan diri untuk tidak langsung mencicipi nasi minyak ini sampai semua lauk tersaji dan bisa difoto sebelum disantap. Tak berapa lama hadir lauk yang siap menemani sang nasi minyak ini. Apa saja lauk-lauk yang hadir di meja?


Nasi Minyak, ditemani Malbi, Burung Punai Goreng, Sate Pentol dan Sambal Nanas
Ada enam piring kecil yang masing-masing berisi: malbi, kari kambing, sate pentol, gulai tunjang, ayam goreng dan burung punai (puyuh) goreng. Oh iya, tersaji pula dua piring lainnya yang berisi sambal nanas dan acar timun/wortel. Tentunya tidak semua sanggup saya cicipi, maka saya ambil tiga lauk yang saya yakin sulit ditemukan di tempat lain. Yang pertama adalah Malbi, sejenis semur (atau rendang yah?) khas Palembang, dengan cita rasa manis tapi memiliki aroma rempah yang kuat. Bumbu manisnya meresap ke dalam potongan daging sapi yang menjadi bahan utamanya. Kedua, saya raih burung punai goreng, ukuran burung yang kecil membuat tekstur dagingnya renyah karena digoreng kering dengan cita rasa gurih layaknya ayam goreng bumbu kuning. Yang ketiga saya ambil sate pentol, seperti perkedel yang dibuat dari daging cincang dan sayur-sayuran. Tapi ada satu kawan nasi samin yang tak boleh ditinggalkan: sambal nanas. Ya sambal yang disajikan di sini memang special, sambal dibuat selalu baru dengan nanas segar. "Kita tidak pernah menyimpan sambal nanas ini, selalu buat setiap hari, makanya rasanya selalu terjaga segar", demikian ujar si Bapak yang langsung saya amini. Seolah semua sajian itu direkatkan dengan kehadiran sambal nanas ini.

Gulai Tunjang khas dari Warung H. Abuk.
Sebenarnya tiga hidangan lainnya juga tak kalah menggoda, sebut saja Kari Kambing dengan bumbu kari yang "kearab-araban". Daging kambingnya empuk dan tak berbau, di dalam kuah kental kari yang gurih. Atau Gulai Tunjang dengan daging kikil yang tebal nan mempesona. Juga ayam goreng yang dari ukurannya tampaknya dari ayam kampung dan digoreng kering dengan taburan bumbu serundeng di atasnya. Ah, jika rongga perut ini memiliki "extra baggage" takkan kubiarkan mereka hanya mejeng di meja tanpa disentuh sama sekali. Oh ya biaya yang saya keluarkan untuk menikmati sajian tadi tidaklah terlalu besar. Harga satu porsi Nasi Minyak polos Rp. 12ribu, Malbi Rp. 13ribu satu potongnya, sama dengan harga burung punai goreng, sementara sate pentol 6ribu.

Bersama Bpk Muhammad, generasi kedua pengelola Warung H. Abuk
Pilihan saya pada lauk yang menjadi teman Nasi Minyak ini juga diapresiasi oleh sang Bapak penjaga warung karena memang signature dari tempat ini. "Orang yang makan di sini pada umumnya ya meminta lauk-lauk yang bapak santap itu", ujarnya. Saya pun beranikan diri untuk bertanya apakah si Bapak ini yang bernama H. Abuk, seperti nama warung ini. "Itu nama Abah saya yang memulai usaha ini," begitu jawabnya sembari menyerahkan kartu nama. Ternyata beliau bernama Bpk Muhammad, generasi kedua yang mengelola Warung H. Abuk ini. Ramahnya Bapak Muhammad ini membuat saya tak sungkan untuk meminta berfoto bersama beliau, dan beliau pun dengan sangat senang menyambutnya, bahkan meminta anak buahnya untuk mengambil gambar kami juga lewat telepon genggamnya. Sebelum berpamitan beliau sempat berucap "Senang Bapak menyukai masakan di sini, dan semoga kalau ada kesempatan ke Palembang lagi, Bapak mau mampir kembali ke warung kami". Pasti pak, pasti... Saya jatuh cinta dengan cita rasa Nasi Minyak dan aneka lauknya dari Warung H. Abuk ini.

Peta dan Alamat Warung Nasi Minyak Haji Abuk:
Jl. DR. M. Isa No. 9 / 823, Pasar Kuto - Palembang
Koordinat GPS: -2.98043, 104.77139


Sabtu, 06 Juni 2015

Wisata30 Kuliner Pilihan dari 30 Provinsi di Indonesia (1)


Indonesia memiliki kekayaan kuliner yang luar biasa, bahkan ada yang mensinyalir bahwa Indonesia adalah negara dengan keanekaragaman kuliner paling banyak sedunia. Ya, dengan 34 provinsi dengan lebih dari 500 kabupaten/kota bisa dibayangkan betapa beragamnya sajian kuliner di nusantara ini. Banyumurti.net sendiri sudah mencoba mencatat perjalanan kulinernya di lebih dari 55 kota dari 30 Provinsi di Indonesia, akan tetapi sebagian besar masih berkisar di ibu kota provinsi dan masih banyak perlu menggali potensi kekayaan kuliner dari berbagai kota lainnya. Dan berdasarkan pengalaman yang sudah ditempuh oleh indera pengecap yang saya miliki ketika menempuh perjalanan tersebut, berikut adalah 30 kuliner Indonesia pilihan banyumurti.net dari tiap provinsi yang pernah saya kunjungi:

1. Aceh

Provinsi paling Barat di Indonesia ini memiliki keragaman kuliner yang luar biasa, dan saya sempat mencicipi beberapa di antaranya seperti Mie Aceh, Ayam Tangkap, Sie Reuboh, Rujak Aceh dan tentunya Kopi dan Sanger Ulee Kareng. Semua memiliki cita rasa yang memikat, tapi pilihan dari banyumurti.net jatuh pada Mie Kepiting di Mie Razali - Banda Aceh. Saya suka kepiting dan paduannya dengan bumbu mie aceh yang memiliki sentuhan rasa pedas yang unik membuat saya memilih hidangan ini. Banyak yang bilang bahwa Mie Aceh terbaik sebenarnya bukan di Mie Razali ini, tapi untuk kali ini izinkan banyumurti.net memilih Mie Kepiting Razali sebagai kuliner pilihan dari Aceh, karena memang belum banyak tempat mie Aceh yang sempat dicicipi.


2. Sumatera Utara

Medan sebagai ibukota provinsi Sumatera Utara juga menyajikan kuliner yang beragam, mulai dari makan besar, kudapan sampai oleh-olehnya. Akan tetapi pilihan banyumurti.net jatuh pada Soto Medan Sinar Pagi. Ya, soto medan memang salah satu ikon kuliner di kota ini, dan RM Sinar Pagi menyajikan salah satu soto medan yang terbaik. Dipenuhi para pelanggannya pada saat waktu sarapan, kita bisa menikmati soto medan Sinar Pagi dengan kuah santan light bercita rasa rempah yang khas dengan pilihan isi daging ayam, daging sapi ataupun jerohan sapi.

3. Riau

Dumai dan Pekanbaru adalah dua kota yang sempat banyumurti.net sambangi di Provinsi Riau. Dan Patin Asam Pedas dari Pondok Patin HM Yunus jadi pilihan kuliner banyumurti.net dari provinsi ini. Daging patin yang lembut dimasak dengan bumbu santan yang kental dengan rasa asam segar dan cubitan rasa pedas yang nendang. Apalagi jika dapat bagian kepalanya....

4. Sumatera Barat

Siapa yang tidak akrab dengan cita rasa yang disajikan dari provinsi ini? Hampir di semua kota kita bisa menemukan RM Padang dengan hidangannya yang khas. Selain itu Sate Mak Syukur di Padang Panjang serta Itiak Lado Mudo di Bukittinggi juga sudah melegenda sebagai ikon kuliner Minang. Tapi saya memilih yang berbeda untuk sajian kuliner pilihan dari provinsi ini versi banyumurti.net: Es Durian Ganti Nan Lamo. Berdiri sejak 1960, Es Durian di tempat ini tidak mengenal musim, selalu setia memberikan kesegaran khas yang dihasilkan dari olahan buah durian pilihan.

5. Jambi

Baru sekali saya berkesempatan mengunjungi provinsi ini, dan ada satu rumah makan yang menyediakan sajian kuliner khas Jambi di ibu kota provinsi RM Kuliner Khas Jambi Putri Jelmu. Dan sajian Nasi Minyak jadi pilihan banyumurti.net. Nasi gurih dengan balutan minyak samin didampingi dengan kuah kari yang light dengan potongan daging sapi di dalamnya.

6. Bengkulu

Baru sempat dua kali mengunjungi provinsi ini, dan saya agak kesulitan menemukan sajian kuliner khas dalam dua kali kunjungan tersebut. Akan tetapi saya terpikat dengan salah satu buah tangan khas di kota ini, Sirup Kalamansi. Sirup ini berbahan dasar Jeruk Kalamansi yang banyak tumbuh di Provinsi Bengkulu. Rasa asam segarnya yang khas menjadikan sirup ini menjadi salah satu favorit saya.


7. Sumatera Selatan

Pempek, Mie Celor dan Es Kacang Merah dari Palembang sudah tidak asing lagi sebagai ikon kuliner khas dari kota Palembang, ibukota Provisi Sumatera Selatan. Di berbagai penjuru kota ini, kita dengan mudah menemukan sajian-sajian tersebut. Tapi banyumurti.net memilih Pindang Ikan Patin sajian dari RM Sri Melayu, sebagai menu pilihan untuk provisi "wong kito" ini. Kenapa? Paduan kuah asam segar yang khas dengan sedikit rasa legit dan cubitan rasa pedas, yang meresap dalam lembutnya tekstur daging ikan patin menjadi alasannya.

8. Lampung

Sebagai kota "penghubung" pulau Jawa dan Sumatera, kuliner di kota Lampung juga menjadi "penghubung" dua pulau ini. Sebut saja dua "brand" yang sangat kuat dan memiliki banyak cabang di kota Bandar Lampung: Pempek Tenda Biru dan Baso Sonny. Banyumurti.net memilih sajian seafood Steam Ikan Macan dari RM Jumbo Kakap sebagai "wakil" dari provinsi ini. Penggunaan bumbu yang cakep dengan tidak "pelit" bawang putih, membuat saya jatuh cinta sama sajian seafood ini, dan tidak pernah saya cicipi di tempat lain.

9. Kepulauan Riau

Ada hidangan seafood yang khas dari Kepulauan Riau ini yaitu Gonggong yang bisa kita temukan di Batam maupun Tanjung Pinang. Tapi pilihan banyumurti.net untuk kuliner dari Kepulauan Riau ini jatuh pada Mie Lendir yang juga dapat ditemukan di dua kota tersebut. Namanya memang unik, mungkin dikarenakan kuahnya yang kental seperti lendir. Dikenal juga dengan mie rebus kuah kacang. Rasanya gurih dan manis, ditimpali dengan rasa pedas yang opsional dari irisian cabe rawit yang turut disediakan.

10. Bangka Belitung

Mie Koba cukup memikat ketika saya mencicipinya di kota Pangkal Pinang - Bangka, hidangan Gangan Kepala Ikan juga bisa membuai ketika saya menikmatinya di Tanjung Pandan - Belitung. Tapi pilihan banyumurti.net untuk provinsi ini jatuh pada sajian Ekor Tenggiri Bakar dari RM Mr. Asui yang ada di Kota Pangkal Pinang, ibu kota provinsi Bangka Belitung. Ekor tenggiri berukuran besar, dibakar tanpa bumbu apapun menyisakan cita rasa yang orisinal dan segar dari makanan laut ini.

11. Kalimantan Barat

Pontianak, sebagai ibu kota Provinsi Kalimantan Barat, menyajikan beragam kuliner yang menggoda. Tapi coba jalan sedikit keluar kota, dan nikmatilah Pengkang, kuliner plihan banyumurti.net dari provinsi ini. Pengkang mirip dengan lemper, tapi bentuk, cara masak dan isinya berbeda. Berbentuk segitiga, ketan dalam pengkang disisipi udang kecil dan kemudian dimasak dengan cara dibakar. Yang membuatnya spesial adalah teman makannya yaitu Sambal Kepah, sejenis kerang yang hidup di hutan mangrove. Sambal dengan rasa manis dan pedas ini melengkapi pengkang yang gurih.

12. Kalimantan Timur

Samarinda, Balikpapan dan Tenggarong adalah tiga kota yang pernah saya sambangi di Provinsi Kalimantan Timur, dan dari ketiga kota tersebut menu yang saya buru hampir sama: Kepiting. Tetapi pilihan banyumurti.net justru tidak jatuh pada olahan kepiting, tapi malah ke olahan kepala ikan kakap di Kedai Kepala Ikan Bang Jhony - Balikpapan. Walau baru satu kali berkunjung ke Bang Jhony ini, saya langsung jatuh cinta pada sajian Kepala Ikan yang dibumbu Asam Pedas di sini. Rasa asam segar yang kuat ditemani dengan gigitan rasa pedas akan dapat memanjakan indera pengecap kita.

13. Kalimantan Selatan

Saya jatuh cinta pada kuliner di Provinsi Kalimantan Selatan sejak kunjungan pertama. Soto Banjar, Itik Panggang, Udang Bakar, Ikan Saluang Goreng, Patin Bakar dan sebagainya begitu mempesona. Tapi pilihan banyumurti.net jatuh pada hidangan yang disajikan di Lontong Orari. Lontong besar berbentuk segitiga diguyur dengan kuah santan yang gurih dengan nangka muda di dalamnya, dinikmati bersama ikan haruan atau ayam goreng yang telah diselimuti bumbu manis dengan sedikit cubitan rasa pedas. Josss....

Yuk kita liat kuliner pilihan di provinsi lainnya:

Kamis, 01 Januari 2015

Wisata12 Kuliner Mie Khas dari Indonesia

Wisata Kuliner Indonesia #353

Mie dipercaya berasal sejak ribuan tahun lalu dari daratan China, dan kini telah menyebar ke seluruh dunia dengan beraneka bentuk, rasa, jenis dan bahan dasar pembuatannya. Di Indonesia sendiri, saat ini hampir setiap daerah memiliki olahan mie yang unik dan khas. Olahan-olahan mie ini bahkan telah menjadi ikon kuliner khas dari daerah-daerah tersebut. Keragaman bumbu dan rempah yang dimiliki kuliner nusantara telah menjadikan mie dapat dibuat dengan bermacam variasi yang sangat kaya. Berikut adalah 12 kuliner mie yang khas dari berbagai kota di Indonesia:

1. Mie Aceh

Mie Kepiting khas Aceh
Mie Aceh adalah olahan mie khas dari provinsi Serambi Mekah. Dominan rasa pedas dengan paduan gurih dan semburat rasa asam segar. Mie nya sendiri relatif besar dan kenyal. Biasanya tersedia dalam tiga jenis penyajian: Kuah, Goreng atau Basah (tidak terlalu kering tapi juga tidak berkuah). Biasanya "Isi"nya pun bisa kita pilih: Udang, Daging, Jamur, Cumi-Cumi, Kepiting ataupun gabungan dari pilihan-pilihan tersebut. Buat saya, pilihan isi favorit adalah kepiting. Jika di Banda Aceh, maka kepiting dalam mie ini disajikan utuh. Salah satu penjaja Mie Aceh yang terkenal di Banda Aceh adalah Mie Razali, kita juga bisa menemui penjaja Mie Aceh yang melegenda di kota Medan yaitu Mie Titi Bobrok. Di beberapa kota besar di Jawa, kita pun bisa dengan mudah menemukan penjaja Mie Aceh ini

2. Mie Celor

Mie Celor Khas Palembang
Jika kita ke Kota Palembang atau Jambi, Mie Celor merupakan kuliner wajib yang harus dicoba. Mienya berukuran besar dan lurus seperti spaghetti dengan kuah kental yang merupakan perpaduan antara santan, udang dan telur. Biasanya disajikan bersama potongan telur rebus, serpihan daging udang dan bawang goreng. Rasa asin dan gurih mendominasi cita rasa dari mie celor ini, juga aroma udang dan telur yang begitu terasa. Di Palembang, banyak dapat kita temui penjaja Mie Celor ini, salah satunya adalah Mie Celor 26 Ilir H. M. Syafei Z. Sedangkan di Jambi terdapat kedai besar yang menyajikan Mie Celor ini sebagai menu utamanya yaitu Mie Celor Hawa Jaya. Sedikit perbedaan Mie Celor Jambi dan Palembang ini adalah penggunaan daging sapi yang menggantikan udangnya.

3. Mie Koba

Mie Koba khas Bangka Belitung
Koba diambil dari nama daerah di Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Bangka Belitung, tempat dimana Mie Koba ini berasal. Kuah tenggiri yang segar dan gurih dengan sedikit semburat rasa manis dari gula aren, menjadikan Mie Koba menjadi kuliner khas Bangka Belitung yang tidak boleh dilewatkan. Awalnya saya pikir tidak ada unsur ikan di kuliner yang satu ini, karena rasanya tidak terlalu mencolok, tapi ternyata justru ikan tenggiri lah kunci dari Mie Koba. Saat ini Mie Koba tidak hanya bisa dinikmati di tempat asalnya, akan tetapi sudah bisa dinikmati juga di ibukota provinsi Bangka Belitung, Kota Pangkal Pinang. Mie Koba disajikan dengan jeruk kunci yang khas untuk menambahkan kesegaran hidangan ini dan telur ayam rebus sebagai teman lauknya.

4. Mie Lendir

Mie Lendir alias Mie Rebus Kuah Kacang Khas Batam
Mendengar namanya awalnya saya bingung, mie macam apa ini? Ternyata ini adalah Mie Rebus Kuah Kacang yang dapat kita temukan sebagai menu sarapan di Kota Batam. Mie rebus dengan tauge yang ditemani taburan bawang daun dan bawang goreng diguyur kuahnya yang kental (mungkin ini yang membuat disebut mie lendir), dengan warna kecoklatan dari bumbu kacang. Rasa gurih dan manis yang berpadu dengan cantik dengan irisan cabe rawit untuk memperkuat rasa dengan sentuhan rasa pedas yang dihasilkan, juga satu butir telur rebus sebagai penyempurna

5. Soto Mie

Soto Mie Khas Bogor
Ada yang bilang ini adalah kuliner khas Bogor, ada juga yang bilang khas Betawi. Tapi yang jelas soto mie ini memang mudah ditemukan di dua kota tersebut. Mie, bihun, wortel, lobak, kentang, risol, daging, kikil, emping, bawang goreng dan bawang daun bersatu dalam mangkok yang diguyur kuah soto bening yang segar. Biasanya para pemburu kuliner yang tengah berwisata ke kota Bogor menjadikan Soto Mie ini sebagai salah satu destinasinya, karena memang Bogor terkenal dengan banyaknya penjaja soto mie yang lezat.

6. Mie Kocok

Mie Kocok Khas Bandung special pake Sumsum Sapi
Kalau yang ini jelas kuliner khas Bandung. Mie kuning dan tauge dengan kikil sapi dan kuah kaldu sapi yang kental. Di beberapa tempat, sumsum sapi jadi tambahan topping yang sulit untuk ditolak. Banyak penjaja mie kocok dapat kita temui di kota Bandung, baik yang menggunakan gerobak keliling, ataupun yang menjualnya di kedai/kios permanen. Mie Kocok Mang Dadeng yang berjualan di Jl. Banteng (KH Ahmad Dahlan) menjadi salah satu penjaja Mie Kocok paling ternama di kota Bandung.

7. Mie Ongklok

Mie Ongklok Khas Wonosobo
Namanya mungkin asing bagi sebagian orang tapi buat yang pernah berwisata ke Dieng, kuliner mie khas Wonosobo ini pasti pernah mereka dengar. Ya, Mie Ongklok memang jarang kita temui di kota lain selain di kota Wonosobo, Jawa Tengah. Mie kuning ditambah kol yang sudah direbus, kemudian diguyur dengan kuah "jenang" dari tepung kanji. Yang juga khas dari Mie Ongklok ini adalah cacahan daun kucainya. Tak lupa taburan bawang goreng dan potongan cabe rawit. Cita rasa manis dan gurih dari ebi mencuat sejak suapan pertama, ditambah sentuhan pedas dari cabe rawit. Biasanya Mie Ongklok ini juga disantap bersama sate ayam dengan bumbu kacang yang manis. Hmmm...

8. Mie Koclok

Mie Koclok Khas Cirebon
Yang ini Kuliner kota Cirebon. Mie yang direbus ditemani irisan kol dan tauge diguyur kuah putih kental yang terbuat dari tepung maizena, kaldu ayam, santan kental serta tentunya merica dan garam. Suwiran ayam, bawang daung dan bawang goreng menjadi pelengkap yang tidak boleh dilupakan beserta potongan telur ayam rebus. Rasa asin nan gurih segera menyeruak di dalam rongga mulut kita begitu kuah mie koclok ini kita seruput. Rasa dan teksturnya yang unik memang membuat mie koclok ini menjadi spesial, apalagi makanan yang satu ini sulit ditemukan di luar kota Cirebon

9. Bakmi Jogja

Bakmi Kuah khas Jogja
Mau rebus, goreng atau nyemek? Pedesnya segimana? Itulah pertanyaan standar yang biasa diajukan penjual bakmi khas Jogja jika kita memesan kuliner mie yang satu ini. Untuk yang rebus, mie akan direbus dalam kuah gurih ditemani ayam, kol, telor, tomat, daun bawang, acar dan taburan bawang goreng. Sedangkan untuk mie goreng, maka kecap menjadi kunci "pemersatu" semua ingredient di atas. Di beberapa tempat, proses memasak bakmi Jogja ini masih menggunakan arang, mungkin inilah yang membuat bumbunya lebih meresap ke dalam mie sehingga membuat sajian menjadi nikmat. Bakmi Kadin yang berdiri tahun 1947 di Jogja merupakan salah satu penjaja bakmi Jogja yang legendaris dan banyak peminatnya. Juga Bakmi Pele yang berjualan di kawasan Alun-Alun Utara Jogja.

10. Mie Tiaw Sapi

Mie Tiaw Sapi Khas Pontianak
Bergeser ke Pontianak, ada sajian kuliner khas di kota ini yang juga "diakui" di tingkat nasional, Mie Tiaw Sapi, mie lebar yang diolah dengan daging sapi, babat, tauge dan sayuran. Untuk yang Mie Tiau Goreng awalnya karena berwarna coklat gelap, saya pikir mie tiaw ini akan terasa sangat manis, tapi ternyata dugaan saya salah, rasanya justru cenderung asin. Salah dua penjaja Mie Tiaw ini di ibu kota Kalimantan Barat ini adalah Mie Tiaw Apollo dan Mie Tiaw Polo yang kedainya bersebelahan di Jl. Pattimura. Uniknya di bagian depan Mie Tiaw Apollo tertulis: "Berdiri sejak tahun 1968 tak pernah pindah" sementara kedai sebelah menulis "Mie Tiau Polo Pindahan dari sebelah" :)

11. Mie Kering

Mie Kering Khas Makassar
Selanjutnya kita menyeberang lagi ke Pulau Sulawesi, tepatnya ke ibu kota provinsi Sulawesi Selatan, Kota Makassar. Di kota ini kita bisa menemukan kuliner Mie yang menjadi salah satu ikon kulinernya: Mie Kering. Disebut demikian karena memang mie yang disajikan adalah mie kering alias mie yang digoreng kering seperti kerupuk. Keistimewaannya terasa ketika kuah panas diguyurkan diatasnya, tekstur mienya menjadi sangat khas, antara mulai lembut tapi tetap menyisakan kerenyahannya. Kuahnya seperti kuah capcay dengan sayuran dan potongan daging ayam. Dua penjual mie kering yang cukup terkenal di Makassar ini adalah Mie Titi dan Mie Anto.

12. Mie Cakalang

Mie Cakalang Khas Manado
Terakhir kita mengunjungi Manado, ibu kota Provinsi Sulawesi Utara, untuk menikmati Mie Cakalang yang bisa disajikan dalam bentuk goreng ataupun kuah. Sepintas tidak ada yang berbeda dengan mie cakalang ini, tapi begitu kita menyuapnya terdapat rasa yang unik yang dihasilkan dari potongan ikan cakalang fufu alias cakalang asap, rasanya asin dan gurih. Bahkan karena "kesengsem' dengan rasa cakalang yang khas ini saya pesan ikan cakalang goreng untuk memperkuat cita rasa mie ini. Salah satu tempat dimana kita bisa menikmati sajian ini adalah di salah satu pusat kuliner di kota Manado, Jl. Wakeke, tepatnya di Dego Dego Manado Cafe


Nah itulah 12 kuliner mie khas Nusantara yang pernah saya cicipi. Ada yang mau menambahkan???

Selasa, 17 Desember 2013

WisataKuliner Palembang - Lenggang dan Pempek Panggang "SAGA"


Wisata Kuliner Indonesia #303
Pempek "SAGA" Sudi Mampir
Jl. Merdeka (Depan Kantor Walikota)
Telp (0711) 314417
Palembang

Biasanya pempek itu digoreng dan disajikan dengan bumbu cuko yang terpisah. Tapi ada yang beda dengan Pempek Panggang sajian dari Pempek "SAGA" Sudi Mampir ini. Tidak hanya digoreng, pempek disini juga disajikan dengan cara dipanggang. Dan bumbu cuko-nya tidak disajikan terpisah tetapi "diselipkan" di dalam pempeknya tersebut. Cita rasa yang disajikan memang berbeda, rasa ikan tidak terlalu mendominasi pada pempek panggang ini, lebih ringan, tetapi mungkin sedikit mengecewakan bagi yang menggemari aroma ikan yang kuat yang biasa hadir pada pempek. Satu buah pempek panggang ini harganya 4000 rupiah.

Tapi ternyata yang menjadi favorit di tempat ini adalah Lenggang Panggang. Mirip dengan pempek, hanya saja adonan pempek disatukan dalam telur yang sudah dikocok. Di Pempek Saga ini adonan pempek diaduk bersama telur di dalam wadah kotak yang dibuat dari daun pisang kemudian dipanaskan di atas panggangan, setelah adonan setengah matang baru dikeluarkan dari wadah daun pisang untuk dimatangkan langsung di atas panggangan. Untuk satu porsi lenggang panggang ini dihargai Rp. 15.000,-

Ketika saya mengunjungi tempat ini bulan Maret 2013 lalu, di sore hari, tampak kedai ini dipenuhi para pengunjungnya baik dari dalam kota Palembang maupun dari luar kota. Juga tampak beberapa orang kru televisi yang juga tengah membuat liputan di tempat itu. Dengan keunikan sajian yang ada, Pempek Saga Sudi Mampir ini memang memberikan perbedaan dari kedai-kedai pempek lainnya yang bertaburan di kota Palembang ini. Jadi ingin pempek yang berbeda? Silakan cicipi sajian Pempek dan Lenggang Panggang di tempat ini.

Mau cari tempat makan lainnya di Palembang? Cek disini: Wisata Kuliner Palembang