Sabtu, 06 Juni 2015

Wisata30 Kuliner Pilihan dari 30 Provinsi di Indonesia (2)

Setelah menjelajah kuliner di pulau Sumatera dan Kalimantan, saatnya kita menengok kuliner pilihan dari banyumurti.net dari Pulau Sulawesi, Maluku, Papua dan Nusa Tenggara.

14. Sulawesi Utara

Ada yang bilang kalau ke Manado jangan lupa 3B: Boulevard (jalan di sepanjang pantai), Bunaken (yang terkenal dengan taman lautnya) dan Bubur. Ya Bubur Manado alias Bubur Tinutuan memang merupakan salah satu ikon kuliner dari Manado, ibu kota Provinsi Sulawesi Utara ini. Dan pilihan banyumurti.net juga jatuh di Bubur Tinutuan ini. Berbeda dengan bubur beras di kota lainnya, bubur Tinutuan tampak jauh lebih sehat dengan aneka sayuran di dalamnya, sebut saja singkong, bayam, kangkung, jagung, labu kuning dan juga daun kemangi. Hmmmm...


15. Gorontalo

Saya pernah dijamu oleh ibu Gubernur Gorontalo di rumah dinasnya, beragam kuliner khas provinsi baru ini disajikan dan semuanya sanggup memanjakan indera pengecap kita. Tapi sayangnya sulit untuk menemukan sajian kuliner tersebut di tempat umum, atau mungkin sayanya yang tidak sempat untuk benar-benar berburu kuliner khas provinsi ini. Tapi ada satu Kuliner Gorontalo yang hampir tidak pernah saya lewatkan jika berkunjung ke sini, nama makanannya adalah Binde Biluhuta atau dikenal juga dengan Milu Siram. Milu sendiri artinya jagung, jadi makanan ini seperti sayur sop dengan bahan utama pipilan jagung manis. Yang membedakan dengan sop biasa adalah adanya parutan kelapa dalam kuahnya dan daging ikan cakalang yang memberi cita rasa yang khas bagi sajian yang satu ini.


16. Sulawesi Tengah

Dua kali saya sempat berkunjung ke kota Palu, ibukota provinsi Sulawesi Tengah. Dan dari dua kunjungan tersebut ada satu kuliner yang tak pernah terlewatkan, sekaligus jadi kuliner pilihan banyumurti.net, yaitu Kaledo. Bentuknya mirip dengan sup kaki sapi biasa lengkap dengan tulangnya, yang beda adalah cita rasa asam yang segar yang menyeruak di kuahnya ditimpali gigitan rasa pedas dari cabe rawit kering. Biasanya disantap bersama singkong rebus, bukan nasi.


17. Sulawesi Selatan

Nah di provinsi ini, khususnya di Makassar, ibu kota Provinsi Sulawesi Selatan, terus terang saya kesulitan untuk menentukan kuliner apa yang harus jadi pilihan banyumurti.net. Coto, Konro, Palubasa, pisang ijo, saraba, sop saudara hanyalah sebagian kecil dari kekayaan kuliner di provinsi ini. Setelah perdebatan yang alot dari titik-titik syaraf di lidah, akhirnya Pallumara jadi pilihan banyumurti.net. Alasannya adalah saya penggemar berat kepala ikan dan sajian kepala ikan yang satu ini memang berbeda. Saya menikmati Pallumara ini di Pallumara Mappanyukki yang berlokasi di dalam jalan kecil, tapi itu tidak menyurutkan para pelanggannya untuk memenuhi kedai sederhananya. Kepala Ikan Kakap dengan bumbu kuning yang bercita rasa asam segar ini benar-benar memanjakan indera pengecapku.

18. Sulawesi Tenggara

Pada kedatangan saya ke Kendari, ibukota Provinsi Sulawesi Tenggara, saya gagal menemukan kuliner khas dari kota ini kecuali kacang mede yang memang terkenal sebagai buah tangan dari provinsi ini. Tapi menyeberang ke kota BauBau saya malah sempat cicipi berapa kuliner dari kepulauan Buton ini, seperti bubur Kapusunosu bubur gurih yang terbuat dari jagung dengan santan, biasanya disantap dengan dengan ikanedole, daging ikan yg ditumbuk dan dibentuk segitiga. Tapi pilihan banyumurti.net jatuh pada sebuah kudapan sederhana, Kambewe. Terbuat dari jagung yang digiling bersama gula merah, santap ketika hangat sambil menikmati indahnya air terjun Tirta Rimba, tempat dimana kambewe ini dijajakan.

19. Maluku Utara

Maluku Utara tidak hanya terkenal dengan keindahan alamnya, tapi juga "keindahan" kulinernya yang menggoda. Cobalah main ke Pasar Bahari Berkesan kota Ternate, sebuah pasar tradisional yang menyediakan aneka bahan dasar kuliner khas yang hanya dapat ditemui di sini. Mau tinggal langsung makan? Berjalanlah ke belakang pasar ini, berjejer kedai-kedai yang menyediakan aneka kuliner khas provinsi ini. Dan yang paling berkesan buat banyumurti.net adalah suguhan Gohu Ikan Cakalang. Potongan daging ikan cakalang yang dicampur dengan segarnya lemon cui, pedasnya cabe rawit dan harumnya daun kemangi, dan tanpa dimasak lagi kita langsung dapat menyantap sajian ini. Dinikmati sebagai lauk dari papeda ataupun singkong rebus.

20. Maluku

Ada sebuah resto ternama di kota Ambon, ibu kota provinsi Maluku, namanya Ratu Gurih. Di sini kita bisa nikmati ikan dengan beragam olahan. Dan favorit dari banyumurti.net adalah Ikan Bakar Bumbu Colo-Colo, bahan dasarnya adalah ikan lalosi yang disajikan bersama sambal colo-colo dengan cita rasa asam yang kuat. Dahsyat...

21. Papua

Pertama kali saya menginjakkan kaki ke pulau Papua bukanlah ke Jayapura, ibukota provinsi ini, tapi ke kota kecil di lembah Baliem, Wamena. Di sanalah banyumurti.net menikmati sajian kuiner yang unik Udang Selingkuh. Unik, karena udah yang hidup perairan sungai Baliem ini memiliki tubuh yang berbeda dengan udang lainnya yang biasa kita santap. Badannya besar seperti udang galah tapi punya capit yang kuat laksana kepiting. Aroma segar dengan semburat rasa manis muncul dari dagingnya yang masih segar. Konon udang ini masih hasil tangkapan dari penduduk lokal, dan belum dibudidayakan sehingga belum tentu setiap saat kita bisa menikmatinya ketika berkunjung ke Wamena.

22. Nusa Tenggara Timur (NTT)

Sempat dua kali berkunjung ke kota Kupang, ibu kota NTT, dan sekali menyebrang ke Pulau Rote, pulau yang paling selatan dari negara Indonesia. Sayangnya karena waktu terbatas, tidak sempat mengeksplor kuliner di dua kota ini. Tapi sebelum pulang, masih sempat mengunjungi Kedai Ibu Soekiran di Kupang yang menjual beragam oleh-oleh khas NTT, dan ada satu yang memikat banyumurti.net yaitu Sei Sapi. Sei adalah daging yang diasap dengan olahan khas NTT, biasaya menggunakan daging babi, tapi di kedai ibu Soekiran ini menggunakan daging sapi yang dijamin kehalalannya. Dibekukan dan dikemas dalam kemasan hampa udara memungkinkan sei sapi ini kita bawa pulang walau tanpa pengawet. Di rumah, Sei Sapi ini bisa kita goreng atau paling enak bisa kita bikin oseng. Penasaran?

23. Nusa Tenggara Barat (NTB)

Ayam Taliwang dan Plecing Kangkung merupakan dua ikon kuliner dari Mataram-Lombok yang tidak pernah terlewatkan. Beberapa tempat makan kuliner ini sudah sempat saya sambangi seperti Taliwang Irama, Dua-Em dan Taliwang Raya. Tapi justru ada kedai kecil yang jadi favorit banyumurti.net, Taliwang Khas Pak Udin. Rasa ayam taliwang bakar dengan yang pedas dengan semburat rasa manisnya begitu menggoda, apalagi ditemani dengan terong bakar pedas yang juga jadi favorit di tempat ini.


Wisata30 Kuliner Pilihan dari 30 Provinsi di Indonesia (3)

Setelah menengok Kuliner Indonesia pilihan banyumurti.net dari Sumatera dan Kalimantan, serta Sulawesi-Maluku-Papua-Nusa Tenggara, kini saatnya menengok pilihan kuliner di Jawa dan Bali

24. Bali

Ekosotisme dari kuliner Bali tidak kalah dari eksotisme beragam pantai yang ada di pulau Dewata ini. Ayam Betutu dan Nasi Campur pedas sering jadi incaran para pemburu kuliner di provinsi ini. Dan salah satu kuliner yang menonjol di Bali adalah aneka olahan bebeknya. Yang menjadi kuliner pilihan banyumurti.net dari Bali adalah Bebek Bengil di kawasan Nusa Dua. Bebek yang digoreng krispi setelah sebelumnya di-ungkep dulu dengan rempah khas Indonesia menghasilkan daging bebek yang renyah sekaligus berasa banget. Dimakannya bareng Sambal Matah yang juga khas Bali, sedeeeepppp....

25. Jawa Timur

Ketika disuruh menentukan kuliner pilihan dari Provinsi Jawa Timur terus terang menjadi tugas berat bagi saya. Bayangkan ketika saya harus memilih antara Bebek Sinjay Madura, Tahu Campur Surabaya, Pecel Madiun, Sego Bug Malang, Soto Ayam Lamongan, Rawon dan sebagainya. Tapi akhirnya banyumurti.net memilih yang sedikit unik tapi memikat dari kuliner di provinsi Jatim, Soto Rujak Bu Ning dari Banyuwangi. Aroma petis yang menyeruak dari bumbu rujak khas Jawa Timur berpadu dengan cantik dengan kuah soto kaya rempah nan segar. Kalo ke Banyuwangi harus coba ini!


26. Jawa Tengah

Kesulitan serupa muncul ketika harus memilih kuliner Jawa Tengah yang jadi favorit dari banyumurti.net. Setiap kota di Jawa Tengah yang pernah saya kunjungi menyimpan "kecantikan" yang unik dari sajian kulinernya, seperti Ayam Karang Menanci dari Pekalongan, Sroto Sokaraja Banyumas, Kupat Tahu Magelang, Lunpia dan Babat Gongso dari Semarang, Selat Solo dan Sate Buntel dari Solo dan masih banyak yang lainnya. Dan izinkan banyumurti.net memilih Mie Ongklok dari Wonosobo sebagai kuliner pilihan dari provinsi Jawa Tengah ini. Hidangan mie ini memang unik, bumbunya kental dari kanji dengan cita rasa manis dengan sentuhan ebi yang memberikan rasa gurih. Disantap bersama sate ayam yang bumbu kacangnya dibiarkan bergumul dengan "kuah" mie nya dan tempe kemul. Agak sulit menemukan penjaja Mie Ongklok di kota lain,


27. Jogjakarta

Butuh kantong perut yang ekstra jika berkunjung ke Daerah Istimewa Yogyakarta ini, siapa yang sanggup menahan godaan gudeg, pecel, mie rebus, magelangan, mangut lele dan sebagainya yang tersaji di kota pelajar ini. Dan pilihan banyumurti.net untuk kuliner di Jogja ini jatuh pada Sate Klathak Pak Bari. Ketika sate pada umumnya ditusuk dengan menggunakan kayu dan berbumbu kecap, sate klathak ini unik karena ditusuk dengan menggunakan jeruji besi dan "minim" bumbu, hanya ditimpali oleh garam. "Juicy"-nya daging kambing sangat terasa karena bumbu yang minimalis dan jeruji besi yang digunakan sebagai tusuk sate menghantarkan panas yang merata hingga ke dalam daging. Hmmm....

28. Jawa Barat

Saya lahir, besar dan sekarang pun berdomisili di provinsi Jawa Barat. Lahir dan besar di Bandung dan sekarang tinggal di kota Bogor, dua buah kota yang dikenal sebagai destinasi wisata kuliner di Indonesia. Tak heran di kota yang paling banyak dokumentasi kulinernya ya ada di Bandung dan Bogor, sebut saja Batagor, Lotek, Bakso, Kupat Tahu, Mie Kocok dari Bandung serta Doclang, Toge Goreng, Roti Unyil, Soto Kuning dari Bogor. Selain dua kota itu beragam kuliner di kota-kota lain di provinsi ini juga tak kalah menggiurkan, sebut saja Empal Gentong Cirebon, Sate Maranggi Purwakarta, Nasi Ungu Sukabumi dan sebagainya. Dan untuk pilihan dari banyumurti.net jatuh pada Soto Kuning Pak Salam dari Bogor. Banyak penjual Soto kuning di Bogor ini, tapi soto kuning pak salam menyajikan cita rasa yang berbeda. Keunggulannya bisa dibaca di link ini, tapi ada satu lagi nilai plusnya, keramahan dan celotehan dari sang penjaja memberi "rasa" yang berbeda dari pelanggannya. Tak heran antrian mengular selalu tampak di kedai kaki lima soto pak salam yang baru mulai berjualan di jam 4 sore sampai habisnya sekitar pukul 7 malam.

29. DKI Jakarta

Sebagai ibu kota Indonesia, Jakarta juga menjadi tuan rumah dari berbagai kuliner nusantara. Hampir semua kuliner dari berbagai kota di Indonesia hadir di kota ini. Tapi tetap, Jakarta menyimpan cerita kulinernya sendiri, seperti yang jadi pilihan banyumurti.net ini: Gado-Gado Bonbin. Menjual gado-gado sejak tahun 1960 membuktikan bahwa salah satu ikon kuliner Jakarta ini menyajikan gado-gado yang berbeda di tempat lain. Bisa kita rasakan khususnya di bumbu kacangnya yang halus dan bercita rasa manis dan segar. Walaupun harganya relatif lebih mahal dibanding gado-gado yang dijual di tempat lain di kota ini, tapi Gado-Gado Bonbin ini tidak pernah kehilangan pelanggannya.

30. Banten

Ketika berkunjung ke kota Serang, ibukota provinsi Banten, saya melihat banyak sekali penjual Sate Bandeng yang menjajakan dagangannya di pinggir Jalan, khususnya dekat gerbang tol. Ternyata sate bandeng memang menjadi oleh-oleh kuliner khas dari kota ini. Dan saya diajak untuk menikmati salah satu penjual sate bandung nomor satu di kota ini, sekaligus menjadi kuliner pilihan banyumurti.net dari provinsi Banten, Sate Bandeng Langganan Anda. Sepintas mirip dengan sate lilit dari Bali, tapi dengan ukuran lebih besar. Semburat rasa manis dari olahan daging bandeng ini memang bikin saya terbuai, tinggal bubuhi sambal akan jadi sajian yang sempurna.

Itulah 30 kuliner pilihan banyumurti.net dari 30 provinsi di nusantara ini. Mungkin ada yang tidak sependapat, atau ada yang menemukan kuliner yang lebih baik dibanding yang tertulis di atas? Silakan tuliskan di komentar bawah ini, karena selera adalah hak pribadi yang tidak boleh dipersalahkan :)


Kamis, 07 Mei 2015

WisataKuliner Balikpapan - Kepala Ikan Bang Jhony


Wisata Kuliner Indonesia #371
Kuliner Balikpapan
KEPALA IKAN BANG JHONY
Jl. MT Haryono No. 134, Balikpapan
Telp: 0813 46626841 - 0813 49572824


Setiap kali ke Balikpapan, saya selalu berburu hidangan kepiting baik di RM Kenari atau RM Dandito. Tetapi malam itu kawan saya, Istia Budi, membawa saya untuk menikmati Kepala Ikan. "Yang ini beda mas, gak ada di tempat lain", begitu ujarnya. Penasaran dengan "promosi"nya saya pun mengiyakan begitu saya diajak makan malam ke sebuah rumah makan yang menghadirkan aneka menu berbahan dasar kepala ikan kakap. Nama tempatnya Kepala Ikan Bang Jony. Ada beberapa sajian kepala ikan yang tersedia di tempat ini: Gulai Kepala Ikan, Sup Kepala Ikan, Asam Pedas Kepala Ikan dan Kepala Ikan Bakar Rica. Asam Pedas Kepala Ikan jadi pilihan kami. Kepala kakap ikan yang segar diolah dengan racikan aneka rempah menghasilkan sajian kepala kakap yang luar biasa. Buat saya, this is the best kepala kakap yang pernah saya nikmati! Pedesnya gigit walau gak sampe bikin nangis, dan yang juara rasa asamnya yang sueeegerrr bener, potongan nanas mewarnai tampilan dan juga cita rasa dari menu kepala kakap ini. Kuah asam pedas yang diguyurkan ke nasi hangat membuat makan malam di Balikpapan ini terasa sempurna: menyenangkan dan mengenyangkan.

Sebenarnya Asam Pedas Kepala Ikan ini disajikan dengan tiga macam sambal yaitu sambal tomat, sambal kecap dan sambal mangga. Tapi saya tidak menyentuh sama sekali ketiga sambal itu karena indera perasa ini sudah cukup terbius dengan kompleksitas rasa yang disuguhkan oleh menu ini. Menurut saya, bagian yang paling nikmat dari kepala kakap ini adalah yang teksturnya menyerupai kikil sapi, kenyal-kenyal gitu. Eh ada satu lagi, mata. Iya mata ikan adalah bagian kepala kakap favorit saya, apalagi dengan balutan bumbu yang lezat seperti ini, karena cara untuk menikmatinya adalah dengan disedot, sehingga isi mata berbarengan dengan kuah asam pedas ini berbarungan masuk ke rongga mulut kita dan seketika itu juga memberikan persembahan kelezatan bagi sang indera pengecap. Dan bagian-bagian itu tidak bisa kita nikmati secara paripurna jika kepala kakap yang disajikan sebagai bahan dasar tidak segar, seperti yang tersaji di Kepala Ikan Bang Jhony ini. Satu porsi kepala kakap yang beratnya sekitar 1 kilogram ini dapat ditebus dengan harga Rp. 150.000,-, cukup mahal memang tapi satu porsinya bisa dinikmati sampai tiga orang.

Jadi ternyata Balikpapan tidak cuma kepitingnya saja yang aduhai, tapi hidangan kepala ikan ini juga sangat layak untuk direkomendasikan. Penasaran ingin coba menu lainnya khususnya Gulai Kepala Ikan. Semoga ada kesempatan untuk kembali berkunjung kesini.

Jumat, 01 Mei 2015

WisataKuliner Balikpapan - Kepiting Saus Spesial Dandito


Wisata Kuliner Indonesia #370
Kuliner Balikpapan
KEPITING DANDITO
Jl. Marsma Iswahyudi No. 71, Gn Bakaran - Balikpapan
Telp: 0542-764367, 0811532368


Buat saya, salah satu aktivitas wajib jika berkunjung ke Balikpapan adalah menikmati sajian kepiting. Ya, Balikpapan adalah salah satu kota di Indonesia yang terkenal dengan olahan kepitingnya. Selain RM Kenari, Salah satu tempat yang juga terkenal dengan aneka menu berbahan dasar kepitingnya, serta selalu ramai adalah Rumah Makan Dandito yang berlokasi tidak terlalu jauh dari Bandara. Ada tiga jenis kepiting yang bisa kita pilih disini: Kepiting Jantan/Super, Kepiting Betina/Telur dan Kepiting Soka. Kepiting Jantan memberikan kepuasan makan kepiting sejati karena memiliki bagian tubuh yang besar, yang berarti menyediakan porsi daging yang lebih banyak. Kepiting Betina lebih kecil dari kepiting jantan tapi memberi bonus telur di badannya, sedangkan Kepiting Soka memiliki keistimewaan dengan cangkangnya yang lunak sehingga bisa ikut dimakan. Setelah memilih jenis kepitingnya, maka berikutnya adalah memilih jenis olahannya. Salah satu jenis olahan yang menjadi signature di RM Dandito adalah Saus Spesial Dandito. Saus ini menyuguhkan rasa manis dan asam yang ditimpali dengan cubitan sedikit rasa pedas, dan yang bikin spesial adalah komposisi rasa yang dihasilkan memang bisa memenuhi rongga mulut kita dengan cita rasa yang aduhai. Daging kepiting yang putih dan lembut langsung berubah menjadi garang dan menantang begitu tersentuh saos spesial Dandito ini. Bahkan ketika santapan sudah habis, sulit untuk menahan godaan untuk tidak menjilati setiap jemari yang masih menyisakan saus ini. Acungan jempol saya berikan buat sang kreator Saus Spesial Dandito.

Buat saya, ada satu lagi pilihan saus yang juga perlu dipoedjiken: Saus Lada Hitam. Pedasnya si lada hitam langsung nonjok begitu bertemu si indera pengecap. Seberkas rasa manis dan cita rasa gurih juga turut hadir di saos ini. Membongkar cangkang kepiting yang cukup sulit terasa sebanding ketika daging kepiting yang "tercemari" dengan saus lada hitam ini bersentuhan dengan indera pengecap kita. "Seuhah" pun menjadi bagian dari proses menikmati kepiting saus lada hitam persembahan dari Kepiting Dandito ini.

Di daftar menu yang diberikan oleh sang pramuwisma kita bisa lihat ada dua kategori olahan Kepiting Dandito ini: pedas dan tidak pedas. Untuk yang pedas hanya tersedia dua opsi yaitu Saus Spesial Dandito dan Saos Lada Hitam, sementara yang tidak pedas ada beberapa opsi yang bisa kita pilih yaitu Saos Asam Manis, Saos Tiram, Rebus/Stim dan Goreng Bawang Putih. Diantara empat pilihan olahan non pedas tersebut, hanya ada satu yang dikasih jempol di menunya sebagai tanda menu yang direkmoendasikan di Rumah makan ini, yaitu Kepiting Goreng Bawang Putih. Rasa natural dari daging kepiting yang hanya digoreng dan disajikan dengan butiran bawang putih ini direkomendasikan bagi yang ingin menikmati gurih dan segarnya kepiting yang disajikan di sini. Sayang sambal yang turut disajikan bersama kepiting ini kurang yahud, tapi tenang kita masih bisa cocol daging kepitingnya dengan saus spesial dan lada hitam di atas kan :)

Satu menu yang jarang ditemukan di tempat lain adalah Kepiting Soka. Dengan cangkangnya yang lunak, kepiting ini hanya bisa disajikan dengan digoreng tepung terlebih dahulu, kemudian disajikan dengan saus spesial dandito atau saus lada hitam sesuai pilihan kita. Buat yang tidak mau repot membongkar cangkang kepiting untuk dapat menikmati daging kepiting, kepiting soka ini adalah pilihan yang tepat. Kita hanya tinggal mengguyurnya dengan saus pilihan kita dan langsung dapat disantap. Tapi bagi saya pribadi, kenikmatan makan kepiting itu justru pada perjuangan membuka cangkangnya dan menemukan "harta karun" di dalamnya. Jadi ketika menyantap kepiting soka ini, sensasi itu tidak didapatkan dan juga cita rasa kepitingnya sudah agak berkurang karena bumbu tepungnya. Walau begitu, menu yang satu ini menjadi andalan di Kepiting Dandito dan peminatnya sangat banyak.

Untuk menikmati Kepiting Dandito, saya sarankan jangan sendirian karena satu porsi kepiting yang disajikan tidak akan muat untuk perut satu orang, kecuali kapasitasnya memang di atas rata-rata. Paling tidak satu menu ini dapat dihabiskan oleh 2-3 orang. Untuk harga ditentukan dari pilihan kepiting yang kita santap, untuk satu porsi Kepiting Jantan/Super kita harus merogoh kocek sebesar Rp. 185.000,-, Kepiting Betina Rp. 195.000 dan Kepiting Soka Rp 165.000 (belum termasuk pajak 10% yah). Kita juga bisa bawa kepiting ini sebagai oleh-oleh loh, tinggal pesan langsung atau bisa lewat telepon saja untuk menu kepiting yang kita inginkan dan bilang akan diambil kapan, RM Dandito akan menyiapkan pesanan kita dalam kemasan kotak praktis yang sudah siap bawa. Enaknya lagi, jika dari Kota Balikpapan, Kepiting Dandito ini berada dalam jalur arah ke bandara, jadi tidak sulit untuk mengambilnya. Bahkan untuk memenuhi pesanan take away ini, mereka sudah siap buka sejak jam 6 pagi! Jadi bagikanlah sensasi menikmati kepiting Dandito untuk keluarga tercinta di rumah.

Kira-kira kamu sukanya kepiting yang mana?

Peta/Alamat Kepiting Dandito:


Sabtu, 25 April 2015

WisataKuliner Bandung - Es Durian Pak Aip


Wisata Kuliner Indonesia #369
Kuliner Bandung
Es Durian Pak Aip
Jl. Tubagus Ismail No. 5 - Bandung
Telp: 022 - 2512626 / 085221403120


Alkisah, di tahun 90an ada sebuah kantin berbentuk foodcourt yang terkenal yang berada di ruas Jl Tubagus Ismail Bandung, namanya Kantin Sakinah. Para mahasiswa yang kampusnya berada  tidak jauh dari jalan tersebut seperti ITB dan UNPAD, pasti mengenal kantin ini. Beberapa penjaja makanan ada di kantin ini seperti mie ayam, es buah, siomay dan lain-lain. Tapi ada dua jajanan yang paling banyak diburu di Kantin Sakinah ini: Mie Ayam dan Es Duren, hingga nama kantin ini pun melekat pada dua jajanan ini: Mie Ayam Sakinah dan Es Duren Sakinah. Orang harus sabar menunggu jika memesan dua jajanan ini karena cukup banyaknya antrian pesanan. Tampaknya hanya di tempat inilah kita bisa menyantap mie ayam sekaligus dengan dessert es duren. Tapi entah sejak kapan, sang penjaja es duren tidak lagi bergabung dengan Kantin Sakinah, dia pindah ke sebuah ruko di ruas jalan Tubagus Ismail Raya, hanya sekitar 50 meter dari tempat asalnya. Es Durian Pak Aip, itulah "branding" baru dari es duren ini, mengambil nama sang empunya.

Beberapa butir duren utuh dengan bijinya di sajikan dengan es serut dan susu kental manis dan gula putih, inilah menu Es Durian Original dari Es Durian Pak Aip. Olahan sederhana inilah yang sejak di kantin Sakinah bisa kita temukan. Mungkin terlihat biasa, tapi keterampilan Pak Aip dalam memilih bahan baku utama, alias duriannya yang membuat Es Durian di tempat ini istimewa. Duriannya legit dan nonjok, bener-bener duren pilihan. Es Durian Pak Aip ini memang berbeda dengan sajian es/sop duren yang terkenal di kota lainnya seperti Es Durian Ganti Nan Lamo dari Padang atau Sop Duren Lodaya di Bogor dimana durian diolah terlebih dahulu menjadi "saus" yang dihidangkan dengan es, sedangkan di sini durian disajikan utuh. Selain Es Durian Original, sekarang kita juga bisa menemukan varian lainnya di tempat ini seperti Originally Soup Durian yang pake santan, Browny Sugar dengan gula merah, Strawberry crush dengan tambahan es krim strawberry, Double chocolate yang ikut menghadirkan es krim cokelat dan susu kental manis cokelat dan masih banyak menu es durian lainnya. Harga satu porsi Es Duren Original adalah Rp. 24.000,-, sedangkan menu lainnya berkisar antara Rp. 24-27ribu.

Berjualan Es Duren sejak 1987, Pak Aip bisa dikatakan sebagai pelopor Es Durian di Bandung. Ya memang pada saat itu mungkin hanya Pak Aip yang menjual jenis kuliner ini. Fakta yang menarik adalah sejak ditinggal Pak Aip, tempatnya di Kantin Sakinah diisi oleh pedagang es durian lainnya. Tapi "kualitas" es durian yang disajikan masih kalah dengan es durian Pak Aip. Sebaliknya, kedai Es Durian Pak Aip juga menyajikan Mie Ayam sebagi ganti "partner"nya di Kantin Sakinah, dan sama, rasa mie ayam di kedai Pak Aip ini masih kalah jika dibandingkan dengan Mie Ayam Sakinah. Karena lebih dikenal dengan Es Durian Sakinah, maka sekarang Es Durian Pak Aip juga memasang "embel-embel" Sakinah di belakangnya, mungkin dengan tujuan agar para pelanggannya tidak tertukar dengan penjaja es duren lainnya. Saat ini Pak Aip sudah membuka banyak cabang kedai es durennya di beberapa titik di kota Bandung seperti di Jl Merdeka, Plaza IBCC (Jl Ahmad Yani), Jl Setiabudi, Kebonjati dan sebagainya. Bahkan sudah dapat ditemukan di Jakarta yaitu di Mal Taman Anggrek dan Mal Kelapa Gading. Jadi buat kamu penggemar durian, bookmark halaman ini agar tahu kemana harus pergi jika harus berburu kuliner duren di Bandung :)

Peta Alamat Es Durian Pak Aip:



Sabtu, 18 April 2015

WisataKuliner Bogor - Sate H. Ismail


Wisata Kuliner Indonesia #368
Kuliner Bogor
Sate H. Ismail
Jl. Ceremai Kios 9-10, Taman Kencana - BOGOR
Telp: 0856 97080700


Ketika Presiden Jokowi memutuskan untuk "berkantor" di Istana Bogor, mengundang banyak masyarakat dan media mengarahkan matanya ke salah satu istana kepresidenan yang terkenal dengan kawanan rusanya ini. Salah satu yang menjadi topik adalah, apakah jamuan yang disajikan kepada para tamu di istana Bogor ini. Sebuah koran harian nasional di salah satu edisinya menghadirkan tulisan ringannya menyebutkan bahwa salah satu sajian yang disiapkan untuk para tamu di Istana Bogor adalah sate yang didatangkan dari penjaja sate yang berasal dari kawasan Taman Kencana. Saya langsung menebak, pasti sate yang dipesan oleh istana ini adalah Sate H. Ismail, yang memang berjualan setiap harinya di kawasan Taman Kencana. Untuk mengkonfirmasi hal tersebut, saya sempatkan untuk bersantap di sana sambil bertanya-tanya. "Betul pak, sate kita memang sering dipesan untuk Istana Bogor", aha... tebakan saya tidak salah. Sate H. Ismail memang sudah melegenda sebagai salah satu penjual sate madura di Bogor yang sudah membakar satenya sejak tahun 60an. Apa yang menjadi keunggulan dari Sate H. Ismail ini sehingga bisa bertahan selama itu?

Sate yang disediakan di sini, seperti umumnya para penjual sate lainnya, adalah Sate Kambing dan Sate Ayam. Sate kambingnya disajikan dengan bumbu kecap yang tersaji dengan potongan tomat, bawang merah dan cabe rawit. Tanpa bumbupun kita akan merasakan aroma legit dari kecap yang meresap ke dalam setiap serat dagingnya. Tak perlu usaha keras untuk dapat melepaskan satu persatu potongan daging kambing dari tusukannya. Cita rasa dan kelembutan daging kambing ini yang membuat banyak pelanggannya sulit untuk berpaling. Setiap tusuk Sate Kambing H Ismail disajikan tanpa lemak, tapi kadang terselip ati. Nikmati bersama sepiring nasi hangat dan acar, beressss... Satu porsi, yang berisi 10 tusuk, sate kambing di tempat ini cukup ditebus dengan harga Rp. 26.000.

Sate Ayam H. Ismail juga tak kalah istimewa, berisi potongan daging ayam tanpa lemak, sate ayam ini diguyur dengan bumbu kacang manis dan taburan bawang goreng. Olahan sate ayam ini juga menghasilkan sajian yang bikin ketagihan, daging ayam yang digunakan tampak telah diseleksi dengan baik menghasilkan potongan sate dengan tekstur yang terjaga. Yang paling suka adalah olahan bumbu kacangnya, tidak kasar juga tidak lembut, dengan rasa manis dan timpalan aroma gurih khas kacang tanah. Untuk satu porsi sate ayam berisi 10 tusuk kita cukup menebusnya dengan harga Rp. 16.000 saja.

"Abah sih udah jualan sejak tahun 65, tapi dulu awalnya jualan keliling. Baru tahun 70 menempati tempat yang sekarang ini, di kawasan Taman Kencana" begitu tutur penerusnya yang tengah melayani pelanggan di balik meja kasir. Tak heran jika Sate H. Ismail ini juga lebih banyak dikenal oleh orang Bogor dengan sebutan Sate Taman Kencana. Jadi, kalau dihitung-hitung H. Ismail sudah berjualan sate selama setengah abad! Dan sampai sekarang Abah, begitu biasa H. Ismail dipanggil, masih sering turun membantu melayani pelanggan di kiosnya. Bahkan nomer hapenya pun dipajang buat orang yang mau memesan sate via telepon. Sebuah totalitas sejati dari seorang legenda kuliner. Tak salah jika Istana Bogor menghadirkan Sate H. Ismail ini sebagai sebuah jamuan istana. Jadi jika ingin tahu lezatnya sate yang disajikan di Istana Bogor, datang saja ke kedai kecil ini di kawasan Taman Kencana untuk menikmatinya.

Peta Lokasi / Alamat Sate H. Ismail (Taman Kencana)


Yuk berburu Kuliner di Kota Bogor lainnya di sini.

Selasa, 14 April 2015

WisataKuliner Sabang - Rujak Aceh KM 0


Wisata Kuliner Indonesia #368
Kuliner Sabang - Aceh
Rujak Aceh
Tugu Kilometer 0 - Sabang


Tugu Kilometer 0 adalah destinasi wajib jika kita berkunjung ke Kota Sabang, Pulau Weh, Provinsi Aceh. Kenapa? Karena inilah simbol titik paling timur dari negara Indonesia. Sayangnya ketika saya datang di bulan Maret 2015 lalu, tugu ini tengah dalam masa renovasi sehingga keindahannya berkurang. Tapi ini tetap tidak meyurutkan para pelancong di Sabang untuk berkunjung ke tempat ini. Dan juga tidak menyurutkan saya untuk mengunjungi salah satu kedai di sana yang menawarkan sesuatu sesuai dengan yang tertulis di mejanya: Rujak Aceh. Seorang ibu muda menyambut saya yang langsung memesan seporsi rujak aceh yang dia jajakan. Salah satu ciri khas yang langsung nampak dari rujak aceh ini adalah buahnya yang dipotong kecil-kecil, terlihat potongan aneka buah seperti: timun, mangga muda, jambu air, bengkuang, belimbing, nanas dan pepaya. Bumbu baru disiapkan setelah kita pesan, di atas cobek potongan buah disandingkan dengan kacang tanah yang sudah dihaluskan dan ditambahkan garam dan cabai sesuai selera. Setelah digerus barulah ditambahkan gula merah yang sudah dicairkan kemduan diaduk rata dengan potongan buah yang sudah disiapkan sebelumnya. Terakhir taburan potongan kacang tanah melengkapi sajian Rujak Aceh ini. Rasa manis, pedas dan asam yang khas langsung menyeruak di rongga mulut saya begitu saya pertama mencicipinya. Ini bukan rujak biasa, ada rasa yang beda.

"Jangan pernah bilang namanya Rujak Aceh kalau tidak pake buah kawista dan buah rumbia, rasa asam dari rujak aceh itu asalnya dari buah itu", begitu ujar sang ibu penjual rujak aceh ini. Saya kemudian mencicipi buah kawista, atau sering disebut sebagai buah batok karena bentuknya seperti batok kelapa kecil. Rasa asam sepat yang kuat dan aroma harum langsung terasa dari potongan kecil buah kawista ini yang diberikan oleh sang ibu. Sementara buah rumbia wujudnya sepintas mirip buah sirsak tapi dengan kulit yang keras dan ukuran yang lebih kecil. "Rujak Aceh punya rasa asam segar yang berbeda ya gara-gara buah kawista dan rumbia ini", sambungnya. Satu porsi Rujak Aceh ini dapat ditebus dengan harga Rp. 9.000,-. Dan kesegarannya dapat membantu kita melawan sengatnya terik matahari di Tugu KM-0 ini.

Rujak Aceh merupakan salah satu kuliner Aceh yang wajib dicicipi jika berkunjung ke Serambi Mekah ini. Tidak hanya di Sabang, penjaja rujak Aceh juga dapat kita temui di kota-kota lainnya termasuk di ibu kota provinsi, Banda Aceh. Tapi menikmati Rujak Aceh di KM 0, titik paling barat Indonesia memang memberikan nuansa lain. Paling tidak selesai menyantap rujak kita dapat langsung mengabadikan kehadiran kita di Tugu KM-0. Selfie tampaknya wajib jika di tempat monumental seperti ini :)

Yuk berburu kuliner Aceh lainnya di sini!