Rabu, 22 Januari 2014

WisataKuliner Malang - Bakso President, Sejak 1977


Wisata Kuliner Indonesia #307
BAKSO PRESIDENT
Jl. Batanghari No. 5 (Belakang Hotel Savana)
Telp: 0341 - 496746

Malang

Di banyak kota, penjaja bakso Malang banyak kita temui baik yang memakai gerobak maupun di kedai. Nah, kalau kita ke Malang tentunya berburu bakso khas kota ini tidak boleh dilewatkan. Salah satu penjaja baso yang ternama dikota Malang adalah Bakso President. Menyusuri gang di sebelah hotel Savana, sampailah saya di kedai Bakso President yang berada tepat di samping rel kereta api. Beragam pilihan "isi" mangkuk baso kita tersedia disini, sebut saja bakso kecil, bakso besar, bakso goreng, bakso tulang muda, siomay goreng/basah, bakso goreng udang, goreng panjang, jerohan paru, rempelo ati dan lain-lain. Daripada pusing-pusing milih saja paket paling lengkap yaitu Bakso Campur Special (Rp. 22.000). Semangkuk penuh aneka baso dalam kuah panas dengan cepat tersaji. Yang bikin beda, adalah adanya potongan paru sapi dan ati ampela diantara aneka baso yang biasanya hadir dalam bakso malang. Kuahnya pun nyeresep segar, pas buat hidangan sore-sore. Yang bikin agak kurang asik adalah pada saat saya kesana bakso bakarnya sudah habis :(

Bakso President mulai berjualan sejak tahun 1977. Dan nama President sendiri diambil dari nama bioskop yang saat itu berdiri di depan kedai ini. Saat ini tampakya bangunan bioskop tersebut sudah berganti menjadi hotel Savana. Tanda bahwa kedai ini memang kondang adalah dengan banyaknya foto artis yang tertempel di dinding sedang menikmati sajian bakso president ini. Yang menjadi keunikan tersendiri dari tempat ini adalah lokasinya yang persis berada di samping rel kereta api aktif, jadi ketika kita makan di sini, sewaktu-waktu bisa menikmati sensasi kereta api yang melintas di dekat kita hehehe.

Mau tau tempat makan lainnya di Kota Malang? Cek aja disini >> Kuliner Malang

Minggu, 19 Januari 2014

WisataKuliner Jakarta - Mie Ayam Gondangdia, Sejak 1968


Wisata Kuliner Indonesia #306
MIE AYAM GONDANGDIA
Jl. R.P. Soeroso No. 36 (d/h Gondangdia Lama)
Telp. (021) 31926765
Jakarta


"Sejak 1968", tercantum di bagian kiri atas menu yang disodorkan kepada setiap pengunjung kedai sederhana di salah satu kawasan elit Jakarta ini. Ya rentang usia yang cukup lama untuk dapat disebut kuliner legendaris. Itulah Mie Ayam Gondangdia, atau banyak juga yang menyebutnya sebagai Mi Godila (Gondangdia Lama) karena kedai ini aslinya memang terletak di ruas jalan yang dahulu bernama Jalan Gondangdia Lama. Apa yang membuat Mie Ayam ini dapat bertahan begitu lama dengan pelanggan yang terus bertambah? Saya coba memesan satu porsi Mie Baso Pangsit Goreng. Satu mangkuk mie dengan toping potongan ayam, baso dan sawi, disajikan dengan semangkuk kecil kuah kaldu, ditemani dengan satu piring pangsit goreng yang disajikan dengan sausnya yang khas. Tekstur mienya memang berbeda, mie "home-made" ini tampak tipis, seperti kwiteaw kecil, tapi dengan kekenyalan yang pas. Rasa ayamnya juga cukup menohok, dengan resep yang saya yakin menjadi andalah tempat makan ini. Tapi favorit saya adalah Pangsit Gorengnya, renyah dengan "isi" di bagian tengah. Cocol dengan sausnya, josss.. Satu porsi Mie Ayam Baso dengan Pangsit Goreng ini harganya Rp. 28.000,-.


Kalo baca dari VivaLife, Mie Ayam Gondangdia ini didirikan oleh Toe Wah Seng pada 1968. Saat ini usaha mie ayam itu dikelola oleh generasi ketiga sang pendiri, yaitu Rino Chandika. Menu andalan kedai ini tentu saja mie ayamnya yang terkenal. Tetapi saat ini di daftar menu sudah terlihat banyak pilihan lain, sebut saja nasi tim, nasi goreng, capcay, ayam goreng mentega dan sebagainya. Mencari kedai ini tidaklah sulit, posisinya ada di ujung jalan dekat kolong rel kereta. Klik aja location di bawah untuk melihat petanya.

Mau mencari tempat makan lainnya di Jakarta? Klik aja disini Wisata Kuliner Jakarta

Minggu, 12 Januari 2014

WisataKuliner Lampung - Pempek Tenda Biru


Wisata Kuliner Indonesia #305
PEMPEK TENDA BIRU
Jl. Zainal Abidin Pagar Alam No. 57 - Gedung Meneng
Bandar Lampung
Telp.: 0721 - 701774


Pempek memang makanan khas Palembang, tapi karena sudah menasional, banyak kota yang memiliki tempat makan pempek andalan. Salah satunya di Bandar Lampung, adalah Pempek Tenda Biru yang kondang di ibu kota provinsi Lampung. Alkisah, ketika mendapat kesempatan untuk berkunjung ke kota ini, saya menyempatkan untuk mengunjungi salah satu kedai Pempek Tenda Biru alias Tebi di kawasan Jl ZA Pagar Alam, tidak jauh dari kampus IBI Dharmajaya. Buat saya salah satu kriteria keunggulan dari sebuah hidangan pempek-pempek adalah kuah cukonya, dan untuk Pempek Tebi ini poedjian patoet diberikan kepada olahan kuah cuko yang disajikan. Aneka jenis pempek kecil seperti kapal selam kecil, lenjer dan adaan yang disajikan di atas meja langsung disambar dengan dicocol ke cuko yang terkenal dengan paduan cita rasa asam dan pedas yang menggoda. Setiap potong pempek kecil ini dihargai Rp. 3500/buah

Tak lengkap rasanya jika tidak pula mencicipi sajian Pempek Kapal Selam yang selalu menjadi signature di setiap kedai makan pempek. Aroma ikan yang tidak terlalu menyengat tetapi memberi rasa gurih, muncul dari kulit pempek yang membungkus telur yang berada di tengah, dan guyuran kuah cuko menjadikannya sajian istimewa. Apalagi dengan ditemani pendamping mie kuning, bihun dan potongan timun. Sluruuupp... Harga satu porsi pempek kapal selam ini Rp 13.000,-

Lenggang juga layak dicoba jika anda mampir ke tempat ini. Potongan pempek digoreng bersama telur dadar, memberikan sajian unik yang bisa bikin ketagihan. Harga satu porsinya Rp. 11.000,-

Buat yang pengen makanan berkuah yang hangat, cobalah untuk memesan Model. Bahan utama pembuatan model ini sama seperti pempek yaitu berupa ikan dan sagu. Namun pada model ditambahkan pula tahu putih di dalamnya. Tidak memakai kuah cuko, Model menggunakan kuah kaldu yang gurih. Tak ketinggalan pula irisan timun, boihun dan bawang goreng menambah kenikmatan menyantap Model ini. Harga satu mangkoknya Rp. 12.000,-

Nah, setelah makan itu semua, pastinya harus mencoba pencuci mulut yang satu ini. Es Kacang Merah. Kacang Merahnya udah manis dan diguyur dengan serutan es serta susu coklat. Segerrrr...

Pempek Tenda Biru ini juga menyediakan paket pPempek yang dapat kita bawa sebagai oleh-oleh. Silakan kunjungi atau telpon kedainya. Selain yang saya kunjungi ini Pempek Tebi katanya juga ada di kawasan Jl Tamin dan Jl Kimaja.

Mau tau tempat makan lainnya di Bandar lampung? Klik aja ini -> Wisata Kuliner Lampung

Rabu, 01 Januari 2014

WisataKuliner Lampung - RM Jumbo Kakap


Wisata Kuliner Indonesia #304
RM Jumbo Kakap
Jl. Ikan Kakap No. 45
Bandar Lampung
Telp.: 0721 - 3681177


Tempat makan seafood tentunya mudah kita temui di berbagai kota, tetapi biasanya tiap kota punya satu atau dua tempat yang spesial. Demikian juga di kota Bandar Lampung, ada sebuah tempat makan seafood yang hampir tidak pernah sepi dari pelanggan khususnya di jam makan malam yaitu Jumbo Kakap. Apa yang membuat tempat ini spesial? Sepintas lalu, tidak ada yang menonjol dari tempat ini, selain keramaiannya dan juga "dapur"nya yang berada di depan. Dari daftar menu yang diberikan tampak beragam sajian khas seafood yang tersedia seperti ikan, cumi-cumi, kerang, udang dan sebagainya. Yang tampak berbeda adalah pilihan bumbu yang bisa kita pilih, misalnya untuk ikan kita bisa memilih sampai lebih dari 10 jenis masakan yang kita inginkan, sebut saja goreng kecap, bakar polos, bakar rica, steam gulai, steam tauco, goreng kering dlsb. Steam Ikan Macan jadi pilihan kita, dan ternyata tepat. Ini adalah steam ikan terenak yang pernah saya coba selama ini! Steam ikan Wajir di Medan dan seafood di Singkawang yang pernah saya cicipi lewaaatt. Kalau bahasa anak sekarang: rekomendit bingiiitt... Daging ikan macan yang lembut terolah baik dalam balutan bumbu steam yang "tidak pelit" bawang putih. Acungan jempol buat koki yang meracik bumbu sehingga memberikan cita rasa yang kuat ini.

Kepiting merupakan seafood yang wajib dicicipi buat saya :) Di RM Jumbo Kakap ini saya pilih kepiting berbumbu saus padang dan lada hitam. Dua-duanya ternyata juara, walau saya harus mengakui keunggulan yang lada hitam, bumbunya bener-bener memanjakan lidah saya. Tapi yang suka pedes, bumbu saus padangnya juga harus coba. Tapi sayangnya kepiting yang disajikan di sini ukurannya kecil-kecil.

Nah yang unik adalah sayuran pendampingnya, jika biasanya di tempat makan seafood lain cah kangkung selalu menjadi andalan sebagai pendamping lauk utama, di daftar menu saya menemukan nama sayuran yang unik, Lotus. Wah seperti apa ya? Ternyata mirip dengan sawi putih tetapi lebih kenyal. Dengan bumbu sederhana yang kuat bawang putihnya, sayur Lotus ini langsung merebut hati saya begitu suapan pertama. Juara.

Jadi buat yang mencari alternatif tempat makan di kota Bandar Lampung, Jumbo Kakap ini saya rekomendasikan. Selamat makan...

Selasa, 17 Desember 2013

WisataKuliner Palembang - Lenggang dan Pempek Panggang "SAGA"


Wisata Kuliner Indonesia #303
Pempek "SAGA" Sudi Mampir
Jl. Merdeka (Depan Kantor Walikota)
Telp (0711) 314417
Palembang

Biasanya pempek itu digoreng dan disajikan dengan bumbu cuko yang terpisah. Tapi ada yang beda dengan Pempek Panggang sajian dari Pempek "SAGA" Sudi Mampir ini. Tidak hanya digoreng, pempek disini juga disajikan dengan cara dipanggang. Dan bumbu cuko-nya tidak disajikan terpisah tetapi "diselipkan" di dalam pempeknya tersebut. Cita rasa yang disajikan memang berbeda, rasa ikan tidak terlalu mendominasi pada pempek panggang ini, lebih ringan, tetapi mungkin sedikit mengecewakan bagi yang menggemari aroma ikan yang kuat yang biasa hadir pada pempek. Satu buah pempek panggang ini harganya 4000 rupiah.

Tapi ternyata yang menjadi favorit di tempat ini adalah Lenggang Panggang. Mirip dengan pempek, hanya saja adonan pempek disatukan dalam telur yang sudah dikocok. Di Pempek Saga ini adonan pempek diaduk bersama telur di dalam wadah kotak yang dibuat dari daun pisang kemudian dipanaskan di atas panggangan, setelah adonan setengah matang baru dikeluarkan dari wadah daun pisang untuk dimatangkan langsung di atas panggangan. Untuk satu porsi lenggang panggang ini dihargai Rp. 15.000,-

Ketika saya mengunjungi tempat ini bulan Maret 2013 lalu, di sore hari, tampak kedai ini dipenuhi para pengunjungnya baik dari dalam kota Palembang maupun dari luar kota. Juga tampak beberapa orang kru televisi yang juga tengah membuat liputan di tempat itu. Dengan keunikan sajian yang ada, Pempek Saga Sudi Mampir ini memang memberikan perbedaan dari kedai-kedai pempek lainnya yang bertaburan di kota Palembang ini. Jadi ingin pempek yang berbeda? Silakan cicipi sajian Pempek dan Lenggang Panggang di tempat ini.

Mau cari tempat makan lainnya di Palembang? Cek disini: Wisata Kuliner Palembang

Minggu, 15 Desember 2013

WisataKuliner Bogor - Soto Bogor Pak Salam


Wisata Kuliner Indonesia #302
Soto Bogor Pak Salam
Jl. Siliwangi(setelah perempatan Suryakencana - Gg. Aut)
Seberang Bank Mandiri
BOGOR


Kuah santan kuning dengan harum rempah yang khas dengan pilihan isinya yang bisa kita tentukan sendiri: daging sapi, otak, paru, limpa, lidah, usus, babat dan kikil. Disandingkan dengan nasi yang sudah bertabur bawang goreng. Itulah Soto Bogor, kuliner khas Bogor yang bisa kita nikmati di banyak tempat di kota hujan ini. Tapi ada yang beda dengan tempat yang satu ini, Soto Pak Salam. Berlokasi di salah satu sentra kuliner tradisional kota Bogor, Soto Pak Salam buka tidak di saat jam makan pada umumnya. Pukul 4 sore mulai melayani pelanggan dan dalam waktu dua jam biasanya dagangannya sudah ludes terjual. Antrian tampak selalu memenuhi kedai kaki limanya yang kecil di salah satu sisi Jl. Suryakencana, apalagi di saat akhir pekan dimana banyak orang dari luar kota yang juga ingin turut mencicipi salah satu ikon kuliner Bogor ini. Apa yang membuat Soto Pak Salam ini begitu ramai dikunjungi?

Di kedai kecil itu, kita bisa memilih aneka daging dan jeroan sapi yang akan menjadi isi dari Soto Bogor Pak Salam ini. Biasanya satu porsi berisi 2-4 potong, dengan harga per potong 8 ribu rupiah. Pilihan kita tersebut kemudian akan dipotong kecil-kecil lalu diguyur dengan kuah santan kuning yang sudah siap. Ada dua keunggulan dari soto ini yang saya rasakan begitu suap demi suap masuk ke mulut saya. Pertama adalah kuahnya, biasanya kuah soto kuning itu cukup machtig atau berlemak, tapi di sini kuah santannya terasa cukup light dengan tidak mengurangi cita rasa yang hadir untuk memanjakan indera pengecap kita. Yang kedua adalah isiannya, ada dua pilihan daging dan jeroan sapi  yang bisa kita pilih: rebus dan goreng. Saya cenderung suka dengan yang goreng karena rasa gurihnya akan "bertemu" dengan kuah santan kuningnya, tambah kecap dikit maka hadirlah sajian yang membuat saya, bahkan istri dan anak-anak saya, langsung jatuh cinta pada suapan pertama.

Soto Pak Salam ini memang salah satu legenda kuliner di kota Bogor, tapi terus terang saya baru sempat menyambanginya di bulan Desember tahun 2013 ini. Kenapa? Karena memang jam bukanya yang tidak umum, jam 16 dan habis sebelum jam 7 malam, bukan di waktu jam makan normal. Jika memang tidak memberikan rasa yang special, tentunya tidak akan kedai kecil di pinggir jalan ini selalu disesaki pengunjung yang rela mengantri cukup lama untuk dapat mencicipi hidangan yang disajikan. Ditambah lagi keramahan sang penjaja yang merupakan generasi kedua pemilik kedai ini, dengan celotehan-celotehannya yang menjadi ciri khas. Misalnya: "semangat" untuk pelanggan yang meminta tambahan nasi, "di-setel" untuk meminta pengunjung memilih sendiri isian sotonya, "monitor" menandakan pesanan kita sudah tercatat harganya, "selamat" sebagai pengganti kata terima kasih begitu kita selesai membayar dan masih banyak yang lainnya. Sapaan ini hadir ke setiap pelanggan tanpa kecuali, menjadikan Soto Pak Salam memang tidak hanya hadir di lidah, tapi juga di hati para pelanggannya. "Selamat...."

Lokasi Soto Pak Salam:


Minggu, 08 Desember 2013

WisataKuliner Bogor - Sop Buntut Mang Endang (Incu Ma' Emun)

Wisata Kuliner Indonesia #301
Sop Buntut Mang Endang (Incu Ma Emun)
Jl. Sudirman No. 60
Telp: 0812 1321090
BOGOR

Sebelum disajikan, tali bambu yang mengikat buntut sapi ini dilepas. Kemudian disajikan dalam kuah kaldu segar dengan sedikit sayuran: wortel, kol dan brokoli. Kuahnya ini loh, gurih-gurih gimana gitu, dengan lemak yang minimalis sehingga tidak meninggalkan jejak di mulut kita. Tapi yang juara memang dagingnya, cukup sentuhan kecil untuk melepaskan daging yang melekat pada tulangnya. Inilah alasan mengapa sebelum disajikan, daging buntut sapi ini diikat dengan tali bambu, karena jika tidak maka pasti akan hancur berantakan dan tidak indah untuk disajikan. Belum lagi bumbu yang meresap sampai tulang, memberikan tanda bahwa proses memasak Sop Buntut ini memang melalui proses yang tidak sebentar. Ya, itulah coretan saya setelah mencicipi sajian di salah satu destinasi wisata kuliner di Bogor: Sop Buntut Mang Endang (Incu Ma Emun). Seporsi Sop Buntut segar nan lezat ini harus ditebus dengan uang Rp. 33.000,-


Sop Buntut Ma Emun memang sop buntut legendaris asal kota Bogor, dan saat ini beberapa keturunannya meneruskan usaha dengan resep dari pendahulunya. Sebut saja Ibu Imas yang ada di Jl Bangbarung, dan Mang Endang ini yang ada di Jl. Sudirman, samping Martabak Air Mancur. Buka pukul 10 pagi, biasanya sekitar pukul 2-3 siang, Sop Buntut Mang Endang sudah tutup karena sudah terjual habis. Jika datang pas tibanya waktu makan siang, maka siap-siaplah untuk mengantri tempat duduk di kedai yang memuat sekitar 40 orang ini. Wajar jika di dinding kedainya banyak terpasang berbagai liputan dari media tentang Sop Buntut Mang Endang ini. Penasaran?

Mau tahu tempat makan lainnya di Bogor? Silakan lihat disini -> Peta Wisata Kuliner Bogor