Senin, 24 Februari 2014

WisataKuliner Sukabumi - Mochi, Oleh-Oleh Khas Sukabumi

Wisata Kuliner Indonesia #312
Mochi Kaswari "LAMPION"
Jl. Bhayangkara - Gg Kaswari II No. 9 dan 19
Sukabumi
Telp: 0266 266534

Tidak sah kalo jalan-jalan ke Sukabumi tanpa membawa pulang mochi. Ya, kudapan yang satu ini memang menjadi oleh-oleh wajib jika berkunjung ke kota ini. Banyak penjaja kue mochi di kota ini, tapi ada satu yang kondang dan konon merupakan pelopor kuliner khas Sukabumi ini: Mochi Kaswari "LAMPION". Di sebuah gang di Jl Bhayangkara, terdapat sebuah bangunan baru yang cukup mencolok yang merupakan outlet penjualan mochi yang lebih sering disebut dengan Mochi Lampion ini. Aneka rasa mochi tersaji disini: suji pandan, vanila, durian, pisang ambon, blueberry, melon, mocca, coklat, keju dan strawberry. Semuanya berisi kacang tanah manis, yang membedakan adalah rasa di "daging"-nya. Kenyal, lembut dan manisnya terasa begitu seksi di mulut kita, mungkin inilah yang membedakan Mochi Lampion ini dengan mochi lainnya, adonannya passss... Dikemas dalam kotak berisi sepuluh butir mochi, dan diikat setiap lima kotak, Mochi Lampion dijual seharga Rp. 30.000/ikat atau Rp. 6.000/kotak. Dan kita boleh memadukan rasa yang ada biar gak penasaran. Sayangnya mochi ini memang tidak terlalu tahan lama, disarankan untuk dihabiskan dalam waktu empat hari saja, bahkan untuk beberapa varian seperti durian dan keju hanya tahan dua hari. Bisa dimasukkan ke kulkas sih, tapi tentunya akan menghilangkan kekenyalan yang menjadi ciri khas penganan ini.

Berdasar informasi yang didapat dari brosur yang tersedia di outlet Mochi Kaswari "Lampion", usaha ini didirikan sejak tahun 1983 oleh Bapak Kuswandi dan sekarang sudah dikelola oleh generasi keduanya dan tidak membuka cabang di tempat lain. Akan tetapi sejak tanggal 12 Februari 204, telah dibuka Galeri Mochi Kaswari Lampion yang berada di mulut gang kaswari II, tidak jauh dari jalan raya bhayangkara. Ini tentunya memudahkan konsumen yang tidak perlu masuk sampai ke dalam gang untuk membeli mochi lampion di pabriknya. Sekitar 2000 keranjang diproduksi setiap harinya, dan jumlah ini dapat meningkat dua kali lipat di saat hari libur atau akhir pekan. Memang kuliner Sukabumi saat ini tidak bisa dipisahkan dengan kehadiran Mochi.

Minggu, 23 Februari 2014

WisataKuliner Sukabumi - Nasi Uduk Ungu, Unik dan Enak


Wisata Kuliner Indonesia #311
Mamih Ungu Resto
Jl. Brawijaya No. 16 Sukabumi
Telp: 0266 - 210175


Pernah makan nasi berwarna ungu? Atau paling tidak pernah melihatnya? Di Sukabumi ada sebuah resto yang menyajikan nasi yang berwarna ungu, nama tempatnya Mamih Ungu Resto. Menu andalan dari Resto ini adalah Nasi Uduk Ungu Special, nasi uduk berwarna ungu yang disajikan dengan ayam goreng kemiri, tahu, tempe, lalap+sambal serta telor dadar tipis sebagai alasnya. Dari mana warna ungu untuk nasi itu didapat? Sang empunya bilang bahwa warna tersebut berasal dari buah bit dan ubi, rasanya tidak kentara pada nasi uduk yang sudah gurih itu, tapi kandungan gizi yang terdapat pada umbi-umbian itu menjadi nilai tambah tersendiri untuk sajian ini, selain tentunya penampilannya yang unik dan menarik. Acungan jempol juga harus diberikan atas ayam goreng yang menjadi lauk utama pendamping Nasi Ungu ini. Menggunakan ayam kampung sebagai bahan dasarnya, ayam goreng ini terasa begitu gurih dan empuk, bumbunya benar-benar meresap ke dalam setiap helai dagingnya. Satu porsi Nasi Uduk Ungu Special ini dapat kita nikmati dengan harga Rp. 23.000. Selain Nasi Uduk Ungu, tempat ini juga menawarkan satu menu unik lainnya yaitu Nasi Uduk Ijo yang bercita rasa agak pedas karena menggunakan cabe hijau sebagai campurannya.


Dari situsnya, mamihungu.com, tertulis bahwa Mamih Ungu Resto ini baru memulai usahanya di tahun 2007 dengan menawarkan aneka sajian khas Sunda. Mulai berkembang pesat setelah mulai ditawarkannya Nasi Ungu ini kepada para pelanggannya. Pada tahun 2013, resto ini berekspansi dengan membuka tempat yang lebih besar, tidak jauh dari tempat asalnya. Saat ini, Nasi Ungu menjadi salah satu ikon kuliner Kota Sukabumi sehingga dapat menarik para wisatawan maupun penduduk kota ini untuk mmenikmati sajian yang unik ini. Penasaran?


Wajah kelaparan rekan-rekan Relawan TIK Indonesia di Mamih Ungu Resto - Sukabumi

Senin, 17 Februari 2014

WisataKuliner Jakarta - Bebek Kaleyo


Wisata Kuliner Indonesia #310
Bebek Kaleyo
Jl Abdullah Syafi'ie (bawah fly over Tebet, setelah rel kereta)
Jakarta
Telp: 021 95200088


Penggemar bebek di Jakarta tentu kenal dengan Bebek Kaleyo yang memiliki banyak cabang di beberapa titik di kota Jakarta. Ya, nama bebek kaleyo memang memiliki brand image yang kuat di kalangan pecinta kuliner bebek. Kenapa? Tentunya karena cita rasa yang dihasilkan oleh sajian yang dihidangkan. Bebek Goreng Kaleyo misalnya, selain dagingnya yang lembut, cita rasa gurih yang diberikan oleh olahan bebek goreng ini memang memanjakan indera pengecap kita. Konon, ini karena resep untuk memasak bebek ini merupakan hasil percobaan yang cukup panjang sehingga menemukan resep terbaik yang digemari masyarakat. Untuk satu ekor Bebek Goreng kita bisa beli dengan harga Rp. 70.000,- sedangkan untuk satu potong dada/ayam cukup keluarkan uang Rp. 17.500 saja. Selain Bebek Goreng, Bebek Bakar dan Bebek Cabe ijo juga tercantum pada daftar menu yang dapat menjadi pilihan kita.


Konon lagi nih, Bebek Kaleyo merupakan warung bebek paling rame se-Indonesia. Benarkah? Berdasarkan pantauan saya di salah satu cabangnya di daerah Tebet, Jakarta, tingkat keramaian di warung ini memang luar biasa. Ruangan yang sangat luas dan menampung ratusan orang ini di jam makan malam seolah tak pernah sepi dikunjungi pengunjung yang menempati meja yang tersedia silih berganti. Untuk pengalaman pertama kali mengunjungi tempat ini, hal ini tentunya membuat saya geleng-geleng kepala. Mungkin lebih ramai Bebek Sinjay di Madura, tapi Bebek Sinjay ini hanya buka pada jam makan siang dengan durasi sekitar 3-4 jam saja, sedangkan Bebek Kaleyo buka dari jam 11 siang sampai 11 malam. Padahal Bebek Kaleyo sendiri baru berdiri tahun 2007 dengan menempati sebuah tenda di kawasan Cempaka Putih. Dalam waktu kurang dari 10 tahun, saat ini Bebek Kaleyo sudah memiliki dua belas cabang di kawasan Jakarta, Bekasi, Bintaro, BSD dan sebagainya. Sungguh suatu perkembangan usaha kuliner yang sangat pesat. Penasaran ingin mencoba?

Mau tahu tempat makan lainnya di Jakarta? Silakan lihat disini -> Wisata Kuliner Jakarta

Senin, 10 Februari 2014

WisataKuliner Bali - Warung Made


Wisata Kuliner Indonesia #309
Warung Made (Made's Warung)
Br. Seminyak, Kuta, Bali.
Tel: 0361 732130


Warung Made, nama itu begitu iconic sebagai salah satu destinasi kuliner di Pulau Bali. Tapi, walau sempat beberapa kali mengunjungi pulau Dewata ini, saya baru sempat menyambanginya di bulan Oktober 2013 lalu. Nasi Campur Spesial menjadi pilihan saya diantara berbagai banyaknya sajian yang terpampang di daftar menu. Katanya ini adalah menu yang paling banyak dipesan. Setangkup nasi disajikan dengan lauk yang benar-benar "campur", segala ada. Paling tidak saya menemukan: opor ayam, daging rendang, kelapa bumbu kuning, sate lilit, gudeg, acar timun, sambal, dan juga serundeng dan ikan asin yang menjadi toping di atas nasi putih. Walaupun campur-campur tapi paduan rasa yang ditampilkan tetap serasi, dan yang perlu menjadi catatan adalah nasi campur ini memang memadupadankan kuliner tradisional Indonesia, tidak hanya Bali. Harga satu porsi nasi campur spesial ini mungkin dirasa relatif mahal Rp. 68.000. Tapi untuk pengalaman kuliner, suasana serta cita rasa yang dihadirkan, sesuai lah.


Ya, suasana rumahan dengan ambience khas Bali memang menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung di Warung Made ini. Tak heran banyak wisatawan lokal maupun asing yang menjadikan tempat makan ini sebagai tujuan wisata. Saya menikmati suasana ini di Warung Made yang kedua yang berada di kawasan Seminyak, setelah warung pertamanya yang berada tidak jauh dari kawasan Pantai Kuta meraup sukses sejak berdirinya di tahun 1969. Suasana "warung" memang menjadi andalan disini dengan tetap mengedepankan kenyamanan. Pilihan menu yang beraneka ragam juga menjadi daya tarik sendiri. Tertarik mencoba?

Mau mencari tempat makan lainnya di Bali? Coba cek disini: Wisata Kuliner Bali

Selasa, 28 Januari 2014

WisataKuliner Bandung - Mie Linggarjati, Sejak 1950!


Wisata Kuliner Indonesia #308
Mie Linggarjati
Jl. Balong Gede No. 1 (Samping ex Dian Theater - Alun-Alun)
Bandung


Bandung memang dipenuhi penjaja makanan legendaris yang sudah memulai usahanya puluhan tahun yang lalu. Tak terkecuali di tempat ini, Mie Linggarjati. Menurut sang empunya, tempat ini sudah mulai berjualan makanan (dulunya Rumah makan) sejak tahun 1950. Ini berarti sudah bertahan selama 60 tahun! Apa sih yang menjadi keistimewaan tempat ini? Yamin Manis Baso Babat menjadi pilihan menu utama saya. Biasanya saya bukanlah penikmat mie, tapi penggemar baso. Disini keadaan terbalik, saya benar-benar menikmati setiap helai mie yang tersaji di atas mangkok, entah mengapa aroma gurih dan manis dari yamin manis yang ditaburi suwiran daging ayam halus ini begitu pas dengan lidah saya, jarang-jarang. Sementara itu baso yang disajikan di mangkok terpisah bersama kuah sendiri tidak terasa istimewa bagi saya. Tapi babatnya oke loh, empuk dan tidak liat. Jadi buat saya, magnet utama tempat ini ada di Yaminnya. Harganya relatif mahal untuk ukuran mie baso, satu porsi yamin manis baso babat ini dihargai sekitar 35rb rupiah. Tapi puas lah...

Atas rekomendasi banyak orang juga saya tergoda untuk memesan Es Alpukat. Katanya enak banget. Saya berpikir, bukannya dimana-mana es alpukat ya gitu-gitu saja? Pertanyaan saya langsung terjawab begitu suapan es pertama Es Alpukat itu hinggap di rongga mulut. Alpukat ini tidak disajikan dengan diblend halus tapi dihancurkan saja. Yang membuat istimewa dari minuman seharga 23ribu rupiah ini adalah pemanisnya, koq bisa pas banget ya? Jujur, saya bingung bagaimana mendeskripsikan cita rasa es alpukat ini, yang jelas begitu memikat. Es Alpukat yang memikat :) Dan yang pasti gak cuma enak, tapi enak bingiiitttt....

Gambar diambil dari resepawon.com
Walaupun saya lahir dan besar di Bandung tapi terus terang baru mengetahui tentang Mie Linggarjati akhir-akhir ini lewat iming-iming teman-teman di beberapa grup WhatsApp. Mungkin karena dulu saya gak hobi jajan kali yah. Di tempatnya yang bersih ini, awalnya Mie Linggarjati adalah rumah makan yang menyediakan aneka jenis makanan, sampai akhirnya memfokuskan diri hanya menjual mie baso dengan berbagai variannya. Dikelola oleh generasi kedua, tempat ini masih menjadi magnet yang cukup kuat bagi para pencinta kuliner Bandung. Terbukti, tempatnya yang masih banyak dikunjungi orang walau tempat sekitarnya seperti Dian Teather dan Palaguna Plaza sudah mati dan tidak lagi beroperasi. Dijamin gakan nyesel deh...

Mencari tempat makan di Bandung lainnya? Coba cek daftar Kuliner Bandung ini...

Rabu, 22 Januari 2014

WisataKuliner Malang - Bakso President, Sejak 1977


Wisata Kuliner Indonesia #307
BAKSO PRESIDENT
Jl. Batanghari No. 5 (Belakang Hotel Savana)
Telp: 0341 - 496746

Malang

Di banyak kota, penjaja bakso Malang banyak kita temui baik yang memakai gerobak maupun di kedai. Nah, kalau kita ke Malang tentunya berburu bakso khas kota ini tidak boleh dilewatkan. Salah satu penjaja baso yang ternama dikota Malang adalah Bakso President. Menyusuri gang di sebelah hotel Savana, sampailah saya di kedai Bakso President yang berada tepat di samping rel kereta api. Beragam pilihan "isi" mangkuk baso kita tersedia disini, sebut saja bakso kecil, bakso besar, bakso goreng, bakso tulang muda, siomay goreng/basah, bakso goreng udang, goreng panjang, jerohan paru, rempelo ati dan lain-lain. Daripada pusing-pusing milih saja paket paling lengkap yaitu Bakso Campur Special (Rp. 22.000). Semangkuk penuh aneka baso dalam kuah panas dengan cepat tersaji. Yang bikin beda, adalah adanya potongan paru sapi dan ati ampela diantara aneka baso yang biasanya hadir dalam bakso malang. Kuahnya pun nyeresep segar, pas buat hidangan sore-sore. Yang bikin agak kurang asik adalah pada saat saya kesana bakso bakarnya sudah habis :(

Bakso President mulai berjualan sejak tahun 1977. Dan nama President sendiri diambil dari nama bioskop yang saat itu berdiri di depan kedai ini. Saat ini tampakya bangunan bioskop tersebut sudah berganti menjadi hotel Savana. Tanda bahwa kedai ini memang kondang adalah dengan banyaknya foto artis yang tertempel di dinding sedang menikmati sajian bakso president ini. Yang menjadi keunikan tersendiri dari tempat ini adalah lokasinya yang persis berada di samping rel kereta api aktif, jadi ketika kita makan di sini, sewaktu-waktu bisa menikmati sensasi kereta api yang melintas di dekat kita hehehe.

Mau tau tempat makan lainnya di Kota Malang? Cek aja disini >> Kuliner Malang

Minggu, 19 Januari 2014

WisataKuliner Jakarta - Mie Ayam Gondangdia, Sejak 1968


Wisata Kuliner Indonesia #306
MIE AYAM GONDANGDIA
Jl. R.P. Soeroso No. 36 (d/h Gondangdia Lama)
Telp. (021) 31926765
Jakarta


"Sejak 1968", tercantum di bagian kiri atas menu yang disodorkan kepada setiap pengunjung kedai sederhana di salah satu kawasan elit Jakarta ini. Ya rentang usia yang cukup lama untuk dapat disebut kuliner legendaris. Itulah Mie Ayam Gondangdia, atau banyak juga yang menyebutnya sebagai Mi Godila (Gondangdia Lama) karena kedai ini aslinya memang terletak di ruas jalan yang dahulu bernama Jalan Gondangdia Lama. Apa yang membuat Mie Ayam ini dapat bertahan begitu lama dengan pelanggan yang terus bertambah? Saya coba memesan satu porsi Mie Baso Pangsit Goreng. Satu mangkuk mie dengan toping potongan ayam, baso dan sawi, disajikan dengan semangkuk kecil kuah kaldu, ditemani dengan satu piring pangsit goreng yang disajikan dengan sausnya yang khas. Tekstur mienya memang berbeda, mie "home-made" ini tampak tipis, seperti kwiteaw kecil, tapi dengan kekenyalan yang pas. Rasa ayamnya juga cukup menohok, dengan resep yang saya yakin menjadi andalah tempat makan ini. Tapi favorit saya adalah Pangsit Gorengnya, renyah dengan "isi" di bagian tengah. Cocol dengan sausnya, josss.. Satu porsi Mie Ayam Baso dengan Pangsit Goreng ini harganya Rp. 28.000,-.


Kalo baca dari VivaLife, Mie Ayam Gondangdia ini didirikan oleh Toe Wah Seng pada 1968. Saat ini usaha mie ayam itu dikelola oleh generasi ketiga sang pendiri, yaitu Rino Chandika. Menu andalan kedai ini tentu saja mie ayamnya yang terkenal. Tetapi saat ini di daftar menu sudah terlihat banyak pilihan lain, sebut saja nasi tim, nasi goreng, capcay, ayam goreng mentega dan sebagainya. Mencari kedai ini tidaklah sulit, posisinya ada di ujung jalan dekat kolong rel kereta. Klik aja location di bawah untuk melihat petanya.

Mau mencari tempat makan lainnya di Jakarta? Klik aja disini Wisata Kuliner Jakarta