Sabtu, 28 Juni 2014

WisataKuliner Pekalongan - Soto Tauto H Rochmani


Wisata Kuliner Indonesia #324
Soto Tauto H. Rochmani
Pasar Sayun - Pekalongan


Matahari menyengat cukup terik siang itu di Kota Pekalongan, tapi tentunya tidak menyurutkan perburuan kuliner Pekalongan untuk santapan makan siang saya. Yang menjadi sasaran adalah Soto Tauto H. Rochmani yang berada di kawasan Pasar Sayun, sekitar 100 meter dari Stasiun Pekalongan. Berjejer diantara kios-kios pasar yang lain, kedai Soto Tauto H. Rochmani tampak dipenuhi oleh para pelanggan yang ingin menikmati makan siang. Satu porsi soto tauto lengkap dengan nasi megono dan es jeruk langsung saya pesan ke mas-mas yang sangat ramah melayani pelanggannya. Bihun bercampur dengan daun bawang menemani potongan daging dan jeroan sapi dalam kuah tauto yang khas. Ya, pembeda soto tauto ini dengan soto-soto yang lain adalah memang aroma kuahnya, rasa asam segar yang unik menyeruak begitu tajam begitu kita menyeruput kuahnya. Ya, inilah cita rasa yang dihasilkan oleh tauco, yang menjadi bahan utama pembuatan kuah soto tauto ini. Itulah mengapa kuliner Pekalongan yang satu ini disebut tauto, yang merupakan singkatan dari tauco-soto. Mungkin buat sebagian orang cita rasa dari kuah tauto ini agak aneh, tapi buat saya keunikan inilah yang bisa bikin ketagihan. Tambahkan sedikit kecap, sambal dan kucuran jeruk, kenikmatan Soto Tauto ini tak terbantahkan...

Banyak yang bilang belum ke Pekalongan kalau belum mencicipi kesegaran khas dari Soto Tauto Khas Pekalongan ini, dan memang cukup banyak penjaja tauto di kota ini. Sajian di Soto Tauto H. Rochmani ini bisa jadi pilihan, karena selain enak dan murah, lokasinya pun cukup mudah diakses. Belum lagi keramahan dari sang empunya kedai beserta "crew"-nya yang membuat kita serasa makan di rumah. Tak terasa, keringat mengucur deras dari dahi, bukan hanya karena panasnya udara Pekalongan siang itu tapi juga merupakan "ekspresi" dari panca indera yang mengapresiasi kelezatan sajian Soto Tauto H. Rochmani.

Mau cari tempat makan di Kota Pekalongan lainnya? Klik aja di sini: Wisata Kuliner Pekalongan

Minggu, 15 Juni 2014

WisataKuliner Pekalongan - Garang Asem H. Masduki


Wisata Kuliner Indonesia #323
Garang Asem H. Masduki
Kompleks Travel Alun - Alun Kota Pekalongan
Telp: 0285 4412100


Biasanya orang memilih makanan yang light untuk sarapan. Tapi tidak untuk sarapan saya kali ini di Pekalongan. Garang Asem H. Masduki menjadi menu sarapan yang berbobot. Potongan daging sapi lengkap dengan lemaknya, ditemani telur rebus pindang ada di dalam kuah garang asem yang memadukan rasa asem, manis dan sedikit pedas. Potongan tomat dan cabe rawit tampak di dalam kuah, menambah "warna" kesegeran sajian ini. Daging sapinya juga bener-bener empuk, menjadi bukti proses memasak yang paripurna. Tidak heran jika Garang Asem H. Masduki ini menjadi salah satu ikon kuliner kota Pekalongan. Untuk menikmati satu porsi nasi garang asem ini kita harus mengeluarkan uang Rp. 18.000,-. Tambahkan 4000 jika ingin ditambah dengan telor pindangnya.

Untuk menambah ke-"khas"-an dari kuliner Pekalongan ini, cobalah jangan memesan nasi putih biasa, tapi Nasi Megono. Nasi putih yang ditemani Megono yang terbuat dari bahan dasar nangka muda atau gori yang dicincang kasar dan dicampur dengan parutan kelapa seperti urap. Sedikit rasa pedas dan kencur menyeruak dari megono yang paling cocok disantap bersama nasi panas dan garang asem ini.

Garang Asem H. Masduki bisa ditemukan di sebuah kedai sederhana seperti warung tegal di kawasan Alun-Alun Kota Pekalongan. Akan tetapi, berdasarkan info dari halaman Facebooknya, saat ini Garang Asem H. Masduki juga hadir dengan di Jl. Jend Sudirman 169 dengan konsep ala resto bersuasana tempo dulu. Di cabang ini memiliki beragam fasilitas: hot spot area, mushola, toilet dan gazebo/lesehan. Jadi silakan pilih mau suasana ndeso atau suasana resto, yang jelas sajian garang asemnya pasti akan memuaskan Anda :)

Senin, 09 Juni 2014

WisataKuliner Pekalongan - Ayam Karang Menanci


Wisata Kuliner Indonesia #322
Ayam Karang Menanci
RM. Panderasa Jl.Imam Bonjol 47 Pekalongan
Telp: 0285 423763


Begitu menggigit menu makan malam saya di Pekalongan kali ini, langsung saya merasa ada yang "gak beres" dengan sajian yang satu ini. Daging ayamnya begitu empuk tapi tidak hancur, dengan bumbu kaya rempah yang meresap sampai ke tulang dan mengeluarkan semburat rasa manis yang pas berpadu dengan sedikit cubitan pedas dan rasa gurih yang benar-benar memanjakan indera pengecap. Walau saya tidak bisa memasak, tetapi ketika menikmati Ayam Karang Menanci, salah satu signature di RM Panderasa, saya tahu bahwa proses memasak dan bumbu yang digunakan untuk meraciknya pasti "beneran", tidak main-main. Konon, Ayam Karang Menanci adalah salah satu resep kuliner khas Pekalongan yang sudah hampir punah dan coba dibangkitkan lagi oleh rumah makan ini. Dan buat saya, suatu keberuntungan dapat mencicipi salah satu warisan kekayaan kuliner Nusantara yang "indah" ini. Dan tidak hanya itu saja, ada satu lagi keberuntungan yang saya dapatkan malam itu: bertemu langsung dengan sang pemilik resep Ayam Karang Menanci dan juga pengelola RM Panderasa ini!

Foto bareng Ibu Martha dan putrinya Farah Rachman
"Resep ini saya dapatkan turun temurun, dan dari beberapa saudara saya, kayaknya hanya saya yang paling pas meracik resep yang ada sehingga menjadi sajian Ayam Karang Menanci ini", demikian tutur Ibu Martha, pemilik resep yang masih terjun langsung tiap harinya memasak sajian ini untuk RM Panderasa. Konon awalnya resep Ayam Karang Menanci ini merupakan paduan dari masakan dengan cita rasa Arab dan India yang dibawa para pedagang asal dua kawasan tersebut ke Pekalongan, yang kemudian diselaraskan dengan bumbu-bumbu yang tersedia di sini. Bu Martha menambahkan: "Ayam Karang Menanci ini memang dimasak dengan aneka rempah-rempah sehingga menghasilkan cita rasa istimewa. Sehingga tidak cuma enak, Ayam Karang Menanci ini juga dapat menghangatkan dan meningkatkan vitalitas tubuh!" Wow....
Dan dugaan saya tentang proses memasak yang "tidak main-main" pun terbukti, ternyata butuh waktu semalaman untuk memasak sajian ini mulai dari proses pembumbuan, kemudian diungkep sampai proses memasaknya yang masih menggunakan kayu bakar. Entah mengapa, proses memasak menggunakan kayu bakar memang selalu menghasilkan sajian masakan yang lezat dengan cita rasa yang kuat, seperti di Ayam Karang Menanci ini. Tak heran, bumbunya begitu meresap sampai ke tulang, bahkan kalau gak malu, saya masih ingin menjilati tulang-tulangnya hehehe.

Farah Rachman, pengelola RM Panderasa yang juga putri dari Ibu Martha, berharap bahwa Ayam Karang Menanci ini kelak dapat menjadi salah satu ikon kuliner kota Pekalongan selain Soto Tauto atau Nasi Megono yang sudah lebih dahulu kesohor. "Ke depan kami juga akan mengembangkan Ayam Karang Menanci sebagai sebuah oleh-oleh kuliner khas Pekalongan dengan membuat kemasan khusus, sehingga semakin banyak orang yang dapat menikmatinya". Setuju, dan kalau sudah jadi saya bakal pesan untuk dikirim ke rumah! :)

Jadi kalau berkunjung ke Pekalongan, jangan lupa luangkan waktu untuk berbelanja batik dan menikmati Ayam Karang Menanci...


Sabtu, 07 Juni 2014

WisataKuliner Pekalongan - Dari Sarapan sampai Makan Malam

Wisata Kuliner Indonesia #321
Sarapan sampai Makan Malam di Pekalongan


Bulan Mei 2014 lalu, saya berkesempatan mengnjungi Kota Pekalongan sebuah kota di pesisir utara Jawa Tengah yang juga terkenal atas keragaman kulinernya. Hanya punya waktu satu hari di kota yang terkenal sebagai kota Batik ini, saya diajak dan direkomendasikan oleh mas @TriazArditya untuk mencicipi makanan-makanan khas di Pekalongan ini mulai dari sarapan, makan siang dan makan malam. Dimana sajakah itu? Yuk tengok satu satu:

1. Sarapan

Untuk menu sarapan saya diajak ke Garang Asem H. Masduki yang berada di Kompleks Travel kawasan Alun-Alun Pekalongan. Berbeda dengan garang asem di kawasan Jogja, garang asem di Pekalongan ini lebih mirip sop asam-asam. Potongan daging sapi dan telur pindang rebus dalam kuah asam segar, dengan potongan tomat dan cabe rawit di dalamnya yang memperkaya aroma kuah garang asem ini. Untuk nasi diberi tawaran apakah akan mengunakan nasi putih biasa atau nasi megono. Nasi Megono ini memang menjadi kuliner khas Pekalongan. Megono terbuat dari bahan dasar nangka muda atau gori yang dicincang kasar dan dicampur dengan parutan kelapa seperti urap. Sedikit rasa pedas dan kencur menyeruak dari megono yang paling cocok disantap bersama nasi panas ini.



2. Makan Siang

Untuk makan siang saya direkomendasikan untuk mencicipi kulinner khas Pekalongan lainnya yang juga cukup kondang: Soto Tauto. Pilihan jatuh pada Soto Tauto Pak H. Rochmani yang berlokasi di kawasan Pasar Sayun, hanya berjarak sekitar 100m dari Setasiun Pekalongan. Soto Tauto ini tidak jauh berbeda dengan soto lainnya di berbagai kota di Indonesia. Pembeda utamanya hanya satu: Tauco. Ya, tauto memang menggunakan tauco di dalm kuah sotonya, sehingga menciptakan cita rasa asam nan segar khas Tauco berpadu cantik dengan isi kuah sotonya yang terdiri dari potongan daging sapi, bihun dan bawang daun. Jangan lupa tambahkan sambal supaya makan siang kita semakin berkeringat...

3. Makan Malam

Untuk makan malam, saya diajak untuk menikmati warisan kuliner yang hampir punah di Pekalongan: Ayam Karang Minanci di RM Panderasa. Konon resep Ayam Karang Minanci ini merupakan resep hasil asimilasi cita rasa yang dibawa oleh para pedagang Arab dan India yang berpadu dengan budaya lokal. Ayam yang di"ungkep" dengan aneka rempah-rempah dimasak dalam kuali dengan menggunakan berbahan bakar kayu dan dimasak semalaman membuat Ayam yang disajikan sangat empuk dan bumbu yang meresap sampai ke tulang. Ibu Martha, sang pewaris resep Ayam Karang Minanci, masih turun langsung untuk memasak sajian ini. Buat saya, menu ini juara banget dan wajib dikunjungi kalau berkunjung ke Pekalongan.

4. Kopi

Ada satu tradisi ngopi yang khas di Pekalongan dan saat ini terus dilestarikan: Kopi Tahlil. Budaya Arab memang lekat dengan kota Pekalongan. Kopi Tahlil merupakan kopi yang awalnya dipakai untuk suguhan orang diacara tahlilan atau saat peringatan orang meninggal kalau orang Islam. Lambat laun kopi tahlil dijadikan ikon kuliner malam di kota Pekalongan. Kopi ini bukan sembarang kopi, terdapat beragam rempah-rempah yang diracik dan diseduh dalam kopi. Sebut saja: jahe, cengkeh, kayu manis, pandan, kapulaga, batang serai dan pala (sumber: http://zenshinoda.blogspot.com/2013/02/kopi-tahlil-pekalongan.html). Kalau mau Kopi susu,  bisa juga ditambah susu kental manis. Rasanya memang aduhai, aroma kopi yang bercampur aneka rempah tersebut memang memberikan sensasi yang sulit dijumpai di tempat lain, dan katanya, kopi tahlil ini juga dapat meningkatkan vitalitas tubuh. Ingin mencoba?

Demikian pengalaman sehari saya kuliner di Pekalongan. Masih banyak tentunya kuliner Pekalongan yang belum sempat terkunjungi, mudah-mudahan ada waktu dan kesempatan di lain hari.

Sabtu, 19 April 2014

WisataKuliner Purwakarta - Sate Maranggi Cibungur


Wisata Kuliner Indonesia #320
Sate Maranggi & Es Kelapa Muda CIBUNGUR
Jl. Raya Cibungur - Purwakarta
Telp: 0264 351077


Tampilannya tidak nampak terlalu berbeda dengan sate pada umumnya, tetapi perbedaan akan terasa begitu gigitan pertama. Dagingnya terasa manis seperti dendeng dengan aroma rempah yang khas, tapi tetap empuk. Ya itulah kesan yang didapat ketika menikmati sajian Sate Maranggi Cibungur - Purwakarta. 10 tusuk sate sapi disajikan bersama sambal tomat yang pedesnya nonjok. Tanpa bumbu kecap ataupun kacang, sate maranggi ini sudah terasa nikmat. Saya hanya menambahkan sedikit kecap pada sambalnya supaya sedikit mengurangi rasa pedasnya. Selain daging sapi, pilihan daging kambing pun tersedia. Tapi saya lebih memilih daging sapi, lebih kerasa khasnya. Satu porsi Sate Maranggi Sapi ini perlu ditebus seharga Rp. 30.000/10 tusuk, dengan nasi pulen berbalut daun pisang yang dihargai Rp. 5.000/porsi.

Saat ini Sate Maranggi Cibungur tidak hanya menyajikan Sate Maranggi sebagai menunya. Silakan coba beberapa pilihan lainnya seperti sop sapi/kambing, soto, pepes ikan/ati-ampela, ikan bakar dan sebagainya. Saya coba dua diantaranya: Sop Sapi dan Pepes Ati-Ampela. Sop Sapinya gurih dan segar, melengkapi rasa manis yang muncul dari sate marangginya. Sementara pepesnya juga boleh dikasih acungan jempol, bumbunya lekoh banget, malah jadi bikin penasaran dengan pepes ikannya. Kebayang enaknya.

Nah, tidak lengkap menikmati Sate Maranggi Cibungur tanpa mereguk kesegaran Es Kelapa Muda-nya. Ya, di tempat ini Sate Maranggi dan Es Kelapa Muda sudah jadi pasangan yang tak terpisahkan. "Daging" kelapa mudanya memang tebal-tebal tapi masih lembut, disajikan di dalam gelas kaleng yang berembun, kesegarannya memang tak terbantahkan, seolah sanggup menetralkan lemak dari sate yang baru kita santap. Harga 13ribu setimpal untuk segelas besar Es Kelapa Muda ini.

Saya tiba di Sate Maranggi dan Es Kelapa Cibungur ini tepat jam 7 malam di hari terakhir di akhir pekan panjang. Puluhan bangku panjang yang memuat ratusan orang hampir terisi semuanya, suasananya sangat ramai. Tapi hebatnya, tak sampai 5 menit menunggu pesanan sate saya sudah tersaji di meja. Berjualan di pinggir Jl. Raya Cibungur Purwakarta sejak tahun 1990, usaha ini tak menjadi layu walau jalan tol Cipularang berdiri. Padahal banyak usaha kuliner di ruas jalan alternatif penghubung Jakarta-Bandung ini yang menjadi sepi sejak dioperasikannya jalan tol tersebut. Pertanda daya tarik yang diberikan sajian sate maranggi ini memang menjadi magnet yang kuat bagi para pecinta kuliner. Tertarik untuk mencoba? Buka dari jam 9 pagi sampai 9 malam, kedai ini mudah koq ditemukan. Kalau dari arah Jakarta, keluar saja di tol pintu Cikampek dan belok kanan, Sate Maranggi Cibungur ini dapat ditemukan sekitar 3,3 KM di sebelah kiri jalan.



Minggu, 30 Maret 2014

WisataKuliner Bogor - Doclang Pak Odik


Wisata Kuliner Indonesia #319
Doclang Pak Odik
Jl. Pasir Kuda - BOGOR
Telp: (0251) 8646631


Doclang merupakan salah satu kuliner khas dari Bogor, umumnya disantap saat sarapan. Potongan lontong yang khas dibungkus dengan daun patat, ditemani oleh tahu goreng, kentang rebus dan telur rebus kemudian diguyur bumbu kacang manis. Taburan bawang goreng dan kerupuk menjadi pelengkap penyempurna. Salah satu penjaja yang sudah puluhan tahun menjajakan doclang adalah Pak Odik yang berada di Jl. Pasir Kuda. Bumbu kacang menjadi kunci keunggulan dari Doclang Pak Odik ini, rasa legit yang pas dengan butiran kacang yang tidak tergerus halus memberikan sensasi yang berbeda ketika menyantap doclang di tempat ini. Satu porsi doclang bisa kita nikmati seharga Rp. 8000 tanpa telur, sedangkan kalau menggunakan telur cukup tambahkan 2000 rupiah.

Ketika saya berkunjung ke Doclang Pak Odik, tampaknya tempat ini sudah dikelola oleh generasi keduanya. Kedai sederhana yang berada di ruas Jalan Aria Surialaga (dulu Jalan Pasir Kuda), tidak jauh dari Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Ihya Bogor. Pagi itu sekitar sepuluh orang lebih tengah menikmati sarapan di tempat ini, serta ada juga yang tengah menanti membungkus doclang untuk dinikmati bersama keluarga di rumah. Selain Pak Odik, Doclang juga dapat ditemukan di Doclang Mak Icoh di Jl Mantarena serta beberapa pedagang di kawasan Jembatan Merah. Mungkin Doclang tidak seterkenal kuliner khas bogor lainnya seperti laksa bogor dan toge goreng, tapi saya rekomendasikan untuk mencoba yang satu ini jika Anda berkunjung ke Bogor.

Mau tahu tempat makan lainnya di Kota Bogor? Cek ini: Wisata Kuliner Bogor

Sabtu, 29 Maret 2014

WisataKuliner Bogor - Sop Duren Lodaya


Wisata Kuliner Indonesia #318
Sop Duren Lodaya
Jl. Bangbarung Raya No. 69 - Bogor
Telp: 0852 1700 189


Durian dan beragam olahannya memang memiliki banyak penggemar fanatik. Bahkan di Padang, olahan Es Durian sudah ada sejak 1960. Nah, di Bogor ada satu tempat olahan durian yang lagi nge-hitz sejak dibukanya tahun 2013 lalu, namanya Sop Duren Lodaya. Walau baru buka sekitar satu tahun, sop duren, yang sebenarnya bukan sop tapi es, yang satu ini sudah berhasil merebut hati warga Bogor, bahkan warga kota lain yang tengah berkunjung ke kota Bogor. Keunikan dan kualitas rasa menjadi kunci. Lihat saja varian menu yang satu ini: Sop Durian Kacang Ijo + Roti, tak pernah saya bayangkan sebelumnya ada es duren yang dipadukan dengan kacang ijo. Akan tetapi ternyata hasilnya memang top, daging durian kualitas baik yang dilembutkan, dicampur dengan es serta bubur kacang ijo, kemudian diberi topping parutan keju dan roti tawar pandan. Inovasi kuliner yang satu ini tidak hanya menghadirkan hidangan yang enak, tapi juga unik dan bikin penasaran. Untuk setiap varian menu ada dua ukuran porsi yang bisa kita pilih: Porsi Pas dan Porsi Mabok, sebuah penamaan porsi yang juga kreatif. Untuk Sop Duren Kacang Hijau + Roti ini harga porsi pas: Rp. 11.000 dan porsi maboknya Rp. 14.000.

Sop Buah Durian, juga menjadi pilihan favorit pelanggan Sop Duren Lodaya ini. Aneka potongan buah seperti strawberry, apel, jambu batu dan sebagainya, di"tutup" dengan olahan daging durian dan es batu, dan tetapi diatasnya ditaburi parutan keju. Untuk porsi pas harga Sop Buah Durian ini Rp. 13.000 dan porsi maboknya Rp. 16.000. Kalau suka durennya saja, pilihlah Sop Durian Special yang isinya hanyalah durian, es batu dan parutan keju. Bagi penggemar durian garis keras, menu ini memang menjadi pilihan utama dengan harga yang sedikit lebih mahal: Rp 15.000 (porsi pas) dan Rp. 20.000 (porsi mabok)

Masih banyak varian lain yang bisa kita pilih, sebut saja Sop Duren Kacang Ijo + Ketan, Sop Duren Strawberry + Brownies, Es Cendol Durian dan sebagainya dengan harga termurah Rp. 10.000 dan yang termahal Rp. 20.000. Rentang harga yang terjangkau banyak lapisan masyarakat. Tak heran, kedai Sop Duren Lodaya Bogor ini hampir tidak pernah sepi oleh pelanggan. Bahkan di jam-jam tertentu antrian tampak mengular, menanti bangku kosong.

Sop Duren Lodaya Cabang Jl. Bangbarung - Bogor
Berdiri di sebuah kedai kecil di Jl. Lodaya, belakang resto McDonald, Sop Duren Lodaya tidak memerlukan waktu lama untuk menjadi salah satu usaha kuliner yang diburu warga Bogor dan sekitarnya. Tidak butuh waktu satu tahun untuk membuka cabangnya di salah satu ruas jalan yang terkenal sebagai salah satu pusat kuliner di kota Bogor, Jl Bangbarung. Dan saat ini sudah ada 5 cabang Sop Duren Lodaya di kota Bogor dan baru saja ekspansi dengan membuka satu cabangnya di kota Depok, keren kan? Jadi jika ada waktu berwisata kuliner di kota Bogor, tempat ini bisa jadi salah satu pilihan.

Mau tahu tempat makan lainnya di Bogor? Silakan lihat disini -> Peta Wisata Kuliner Bogor